Sebagai contoh data persediaan barang dagangan untuk bulan Januari 2017 sebagai berikut:
Setelah dilakukan inventarisasi fisik, jumlah pesediaan per 31 Januari 2017 adalah 350 unit. Tentukan:
a. Persediaan per 31 Januari 2017.
b. Harga pokok persediaan yang dijual dalam bulan Januari 2017.
Barang yang tersedian untuk dijual selama bulan Desember adalah 100 + 250 + 350 + 300 = 1.000 unit, maka barang yang dijual adalah 1.000 – 350= 650 unit. Karena harga belinya berbeda-beda, maka perlu asumsi arus barang yang akan digunakan sebagai dasar penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir
Jika Perusahaan Menggunakan Sistem Periodik.
(1) FIFO
Dengan metode ini jumlah barang yang digunakan sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang pertama kali dibeli, yaitu:
100 unit @ Rp 1000 = Rp 100.000
250 unit @ Rp 1200 = Rp 300.000
300 unit @ Rp 1100 = Rp 330.000
Harga pokok penjualan Rp 730.000
Selanjutnya persediaan yang 350 unit dianggap dari pembelian tanggal 22 dan 30 Desember 2017 dengan rincian sebagai berikut:
50 unit @ Rp 1100 = Rp 55.000
300 unit @ Rp 1300 = Rp 390.000
Persediaan akhir : Rp 445.000
(2) LIFO
Dengan metode ini jumlah barang yang dijual sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang terakhir dibeli, yaitu:
350 unit @ Rp 1100 = Rp 385.000
300 unit @ Rp 1300 = Rp 390.000
Harga pokok penjualan Rp 775.000
Selanjut persediaan akhir 350 unit dianggap berasal dari pembelian tanggal 1 dan 12 Januari 2017, yaitu:
100 unit @ Rp 1000 = Rp 100.000
250 unit @ Rp 1200 = Rp 300.000
Persediaan akhir Rp 400.000
(3). Metode Rata-rata
Untuk menghitung persediaan akhir dan harga pokok penjualan perlu dibuat perhitungan sebagai berikut:
Persediaan akhir = 350 x Rp1.175 = 411.250
Jika perusahaan menggunakan sistem perpetual, penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir dilakukan setiap perusahaan menjual barang. Untuk mempermudah pekerjaan menentukan harga pokok ini digunakan suatu kartu yang lazim disebut Kartu Persediaan. Satu jenis barang disediakan satu Kartu. Dengan demikian sistem ini baru cocok untuk persediaan yang nilainya tinggi.
Misalkan atas satu jenis barang diperoleh informasi sebagai berikut:

Metode Fifo
