Showing posts with label Dagang. Show all posts
Showing posts with label Dagang. Show all posts

Pengertian Dan Contoh Jurnal Penutup

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-jurnal-penutup.html

Secara Garis besar Jurnal Penutup (Closing Entries)  adalah Jurnal yang harus di buat untuk menutup rekening sementara .
Tujuan dibuatnya Jurnal Penutup adalah :
a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
b. Memindahkan (menkosongkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
c. Menghitung modal akhir periode.
Akun mana saja yang perlu ditutup?

Sebagaimana yang telah Anda ketahui sebelumnya bahwa ada beberapa akun yang biasanya perlu ditutup pada akhir periode, yaitu:
a. Akun pendapatan.
b. Akun beban.
c. Akun ikhtisar laba/rugi atau saldo laba/saldo rugi.
d. Akun prive.

Contoh

a.
Akun Pendapatan (bersaldo kredit)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka akun Pendapatan dicatat sebagai berikut:
Pendapatan Jasa xxxx
Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
b.
Akun Beban (bersaldo debet)
Bila ditutup ke akun Ikhtisar Laba/Rugi, maka dicatat sebagai berikut:
Ikhtisar Laba/Rugi xxxx
Beban xxxx

c.
Akun Ikhtisar Laba/Rugi atau Saldo Laba/Saldo Rugi
Bila diketahui ada saldo rugi, maka dicatat sebagai berikut:
Modal xxxx
Ikhtiar Laba/Rugi xxxx
Sebaliknya bila diketahui terdapat saldo laba, maka dicatat:

Ikhtiar Laba/Rugi xxxx
Modal xxxx

d.
Akun Prive (bersaldo debet)
Akun Prive ditutup ke akun Modal dan dicatat sebagai berikut:
Modal xxxx
Prive xxxx
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-jurnal-penutup.html

Fungsi Dan Contoh Jurnal Penyesuaian

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pengertian Jurnal Penyesuaian ( adjusting journal entry ) adalah proses pencocokan, mengenai catatan atau fakta yang sebenarnya terjadi pada akhir masa periode akuntansi. Penyusunan jurnal penyesuaian diambil dari data neraca saldo dan data informasi penyesuaian akhir periode. (Perbedaan Aktiva Lancar dan Tidak Lancar)  Sedangkan ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam beberapa akun. Sehingga saldo menggambarkan jumlah saldo yang sebenarnya.
 jurnal penyesuaian ini memiliki dua fungsi, Yaitu : Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada masa akhir periode, sehingga setiap perkiraan saldo yang didapat akan menjadi rill,untuk perkiraan harta dan kewajiban menunjukan jumlah yang sebenarnya.Dan Menghitung setiap perkiraan nominal pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan.

Ada beberapa akun yang memerlukan jurnal penyesuaian , di antaranya :

  • Penyusutan aktiva tetap
  • Beban di bayar dimuka
  • Beban yang masih harus dibayar
  • Pendapatan yang masih harus diterima
  • Pendapatan diterima dimuka
  • Pemakaian barang habis pakai

1.Penyusutan Aktiva Tetap

 Nilai aktiva tetap yang dimanfaatkan pada periode berjalan merupakan nilai penyusutan atau penghapusan (depreciation) dari aktiva tetap. Nilai penyusutan aktiva tetap ditampung dalam bentuk akun kontra (contra asset account) yang disebut akumulasi penyusutan (accumulated depreciation). Akun tersebut termasuk dalam kelompok aktiva namun bersifat kontra atau berlawanan. Aturan saldo normal akumulasi penyusutan merupakan kebalikan dari aktiva yang bersangkutan. Bertambahnya akun akumulasi penyusutan aktiva tetap akan dicatat pada sisi kredit.  Pada waktu penyesuaian dilakukan, jumlah nilai aktiva yang disusutkan untuk periode berjalan akan dicatat dalam akun beban
 penyusutan aktiva tetap.
Contoh : Tanggal 8 Januari 2017 dibeli Mobil seharga Rp 240.000.000 yang memiliki umur ekonomis 8 tahun dan tidak ada nilai residu pada akhir umur ekonomisnya. Nilai penyusutan per tahun untuk kendaraan tersebut dapat dihitung sebagai berikut.


 Penyusutan tahunan = 1/8 x 240.000.000 = 30.000.000  Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017 sebagai berikut:


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html


 Jika pada akhir periode umur ekonomisnya terdapat nilai residu (nilai sisa) sebesar Rp 30.000.000 , maka penyusutan tahunannya sebagai berikut: Penyusutan tahunan = 1/8 x ( 240.000.000 – 30.000.000 ) = 210.000.000

2.Beban Dibayarkan Di Muka

 Beban dibayar di muka merupakan akun campuran, yaitu suatu akun yang di dalamnya terdapat sebagian nilai yang harus masuk ke dalam akun riil dan sebagian lagi harus masuk ke dalam akun nominal. Akun tersebut diperlukan dengan dua cara . Saat Pembayaran Dicatat sebagai Harta Jika pada saat pembayaran dianggap sebagai harta maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “beban dibayar di muka”. Walaupun ada istilah beban, akun tersebut merupakan aktiva, yakni aktiva lancar. Pada akhir periode harus dipisahkan berapa nilai beban periode berjalan (beban yang benar-benar terjadi) dan beban periode yang akan datang (beban yang belum terjadi) dari akun tersebut.

Contoh :  5 Juni 2017 dibayar beban asuransi untuk periode 1 tahun sebesar 6.000.000 Pada saat terjadi transaksi dibuat jurnal sebagai berikut.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pada akhir periode dilakukan penyesuaian dengan menghitung beban periode berjalan dan beban periode mendatang.

 Beban periode berjalan = 7/12 × Rp 6.000.000 = Rp 3.500.000 . Beban periode mendatang = 5/12 × Rp 6.000.000 = Rp 2.500.000 .Berdasarkan analisis tersebut maka dibuatlah jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017


 Saat Pembayaran Dicatat sebagai Beban
Jika saat pembayaran dicatat sebagai beban / Pendekatan Laba Rugi maka akun yang digunakan pada saat pencatatan ialah akun “beban asuransi”. Berdasarkan kasus pada contoh di atas maka pada saat pembayaran dibuatlah jurnal penyesuaian seperti berikut.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html
 Karena pada saat pembayaran dicatat sebagai beban,maka yang dikeluarkan dari akun beban asuransi adalah nilai yang menjadi beban periode mendatang, yaitu 5 bulan. Beban periode mendatang, yaitu: 5/12 × Rp 6.000.000,00 = Rp 2.500.000  Maka, jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

3.Beban yang Masih Harus Dibayar

Beban Terhutang  yang masih harus dibayar juga memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode, diketahui ada beban yang masih harus dibayar, transaksi tersebut harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Contoh : gaji karyawan bulan Desember 2017, baru akan dibayarkan tanggal 5 Januari 2018, sebesar Rp3.600.000 .Maka jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

4.Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Sama halnya dengan beban terhutang, pada akhir periode mungkin ada sejumlah pendapatan jasa yang pembayarannya belum diterima.
Contoh:, pada akhir periode terdapat pendapatan yang masih harus diterima pembayarannya sebesar Rp 7.000.000. Maka Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017 :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html
Untuk soal Kasus Perusahaan menerima bunga bank dua kali dalam setahun, yaitu 1 Mei dan 1 November sebesar Rp 600.000. Jadi, sampai dengan 31 Des perusahaan masih harus menerima pendapatan bunga untuk 2 bulan yaitu bulan , Nopember, dan Desember, yang belum diterima, sehingga perlu dilakukan penyesuaian sebagai berikut: 2/6 x Rp 600.000 = Rp 200.000 Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

 4.Pendapatan yang Diterima Di Muka

( Saat Permintaan Pendapatan Dicatat sebagai Hutang ) Jika pada saat penerimaan pendapatan dicatat sebagai Hutang atau di catat menggunakan Metode pendekatan Neraca ,maka akun yang digunakan untuk transaksi tersebut adalah akun “pendapatan diterima di muka ”. Walaupun menggunakan istilah pendapatan, sebenarnya sifat akun tersebut ialah Hutang ( Kas Bon )
 Contoh : tanggal 1 Februari 2017 diterima pendapatan atas sewa Kantor untuk 1 tahun sebesar Rp 24.000.000. Pada saat terjadi transaksi, maka jurnal yang dibuat :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pada saat Akhir periode 31 Desember 2017,maka jurnal yang di buat :
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Saat Penerimaan sewa kantor Dicatat sebagai Pendapatan atau dengan metode pendekatan Laba Rugi.
Jika penerimaan pendapatan dicatat sebagai pendapatan sewa maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “pendapatan sewa”. Berdasarkan contoh di atas, maka pada saat terjadi transaksi penerimaan pendapatan dibuat jurnal

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan adalah = 1/12 × Rp 24.000.000 = Rp 2.000.000 maka Jurnal penyesuaian saat tanggal 31 Des 2017 adalah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

 Pemakaian Perlengkapan (Supplies)

Akun “perlengkapan kantor '' termasuk ke dalam akun campuran, yaitu sebagian masuk kelompok harta (perlengkapan) dan sebagian masuk kelompok beban (pemakaian perlengkapan). Nilai perlengkapan pada akhir periode dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik terhadap persediaan perlengkapan.
Contoh selama periode akuntansi dilakukan beberapa kali pembelian perlengkapan kantor,sehingga dalam neraca saldo terdapat akun perlengkapan kantor (office supplies) sebesar Rp 10.000.000, saat dilakukan pemeriksaan fisik pada akhir periode tanggal 31 desember 2017. Diketahui persediaan perlengkapan kantor yang tersisa sebesar Rp 800.000. Berdasarkan data tersebut, besarnya nilai perlengkapan yang menjadi beban adalah: ( Pemakaian = Rp 10.000.000 – Rp 800.000 = Rp 9.200.000.maka saat tanggal 31 desember 2017 di buat Jurnal penyesuaian seperti :


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Jurnal penyesuaian selain berguna untuk menunjukkan data keuangan yang sebenarnya, berguna juga untuk memperbaiki kesalahan pencatatan. Perbaikan kesalahan cukup dilakukan pada saat menjurnal dan ditemukan sebelum posting ke buku besar. Jika kesalahan tersebut ditemukan setelah posting maka perbaikannya harus dilakukan dengan cara posting ulang.

Ada dua langkah pokok untuk memperbaiki kesalahan pencatatan
1. Mencatat kebalikan dari jurnal yang salah
2. Mencatat kembali jurnal yang benar.

Kedua langkah di atas dilakukan melalui jurnal penyesuaian.
Beberapa bentuk kesalahan yang mungkin terjadi, yaitu :
salah akun
salah jumlah
salah letak
kesalahan gabungan.

Contoh: Pada tanggal 18 Mei 2017 dibeli secara Tunai perlengkapan kantor seharga Rp 1.200.000. Jurnal saat terjadi transaksi adalah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

saat tanggal 20 Mei 2017 Ketika akan diposting ke buku besar, diketahui jurnal tersebut salah akun. Langkah pertama penyesuaian adalah dengan menghapus jurnal yang salah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html


Setelah selesai, kemudian dibuat ulang jurnal yang benar, dengan Jurnal.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Kesalahan pada contoh di atas merupakan kesalahan pencatatan nama akun. Pembelian perlengkapan harus dimasukkan pada akun perlengkapan bukan pada akun peralatan. Dalam kajian akuntansi keduanya memiliki perbedaan. Perlengkapan merupakan aktiva lancar sedangkan peralatan merupakan aktiva tetap.


Pengertian Dan Contoh Laporan Arus Kas

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-laporan-arus-kas.html

 Arus Kas Merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang arus kas masuk dan kas keluar dan setara kas suatu entitas untuk suatu periode tertentu.

TUJUAN & KEGUNAAN 

  1. Mengevaluasi kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas, waktu dan kepastian dalam menghasilkannya; .
  2. Mengevaluasi struktur keangan entitas (termasuk likuiditas dan solvabbilitas) dan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban dan membayar deviden.
  3. Memahami pos yang menjadi selisih antara L/R periode berjalan dengan arus kas neto dari kegiatan operasi (akrual)
  4. Membandingkan kinerja operasi antar entitas yang berbeda, karena arus kas neto dari laporan arus kas tidak dipengaruhi oleh perbedaan pilihan metode akuntansi dan pertimbangan manajemen, tidak seperti basis akrual yang digunakan dalam menentukan L/R entitas.
  5. Memudahkan pengguna laporan untuk mengambangkan metode untuk menilai dan membandingkan nilai kini arus kas masa depan antar entitas yang berbeda.

 KLASIFIKASI LAPORAN ARUS KAS 

Laporan Arus Kas, mempunyai tiga klasifikasi diantaranya adalah :

Aktifitas operasi
adalah aktifitas penghasil utama pendapatan entitas dan aktifitas lain yang bukan merupakan aktifitas investasi dan pendanaan.

Aktivitas Investasi
adalah aktifitas berupa perolehan dan pelepasan asset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Aktifitas pendanaan
adalah aktifitas yang mengakibatka perubahan dalam jumlah serta kompetisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.


LANGKAH-LANGKAH DALAM PENYIAPAN LAPORAN ARUS KAS

  • Neraca Komparatif yang menyajikan jumlah perubahan aktiva dan kewajiban dan ekuitas dari awal hingga akhir periode .
  •  Laporan L/R periode berjalan berisi data yang membantu pembaca menemukan jumlah kas yang diterima dari atau di gunakan oleh operasi selama periode berjalan.
  • Data transaksi tertentu dari buku besar umum memberikan infromasi tambahan terinci yang dibutuhkan untuk menentukan bagaimana kas diterima dan digunakan selama periode berjalan.  

PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS

Metode Langsung
yaitu menyajikan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto.

Metode tidak langsung
yaitu dimulai dengan laba rugi periode berjalan dan menyesuaikan laba rugi tersebut dengan transaksi non kas, akrual, dan tangguhan dari pos yang penghasilan atau pengeluaran dalam aktivitas inevestasi dan pendanaan.

Contoh :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-laporan-arus-kas.html


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-laporan-arus-kas.html


ARUS KAS METODE LANGSUNG  

         Memperinci arus kas actual dari kegiatan operasi entitas. Ketika metode ini digunakan maka informasi dapat diperoleh dari catatan akuntansi entitas atau dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi komprehensif. Entitas dianjurkan untuk menggunakan metode langsung dalam penyusunan arus kas dari aktifitas operasi. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan oleh metode tidak langsung. Keuntungan metode langsung adalah menyajikan penerimaan dan pembayaran kas operasi. Metode ini lebih konsisten dengan tujuan laporan arus kas untuk menyediakan informasi tentang penerimaan kas dan pembayaran kas dibandingkan dengan metode tidak langsung yang tidak melaporkan peneriman kas dan pembayaran kas operasi.


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-laporan-arus-kas.html
 NB :
RUMUS

        Untuk menghitung Penerimaan dari pelanggan = Pendapatan penjualan – Kenaikan Piutang Usaha ATAU Pendapatan Penjualan - Penurunan Piutang Usaha  Yaitu 45.000.000 – 2.000.000 = 43.000.000 

Untuk Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan = HPP + B. Operasi + (jumlah penyusutan – kenaikan persediaan + penurunan beban dbyr dmk – penurunan hutang usaha)  Jadi = 10.000.000+8.000.000 -(10.000.000-2.000.000+1.000.000-3.000.000) = 12.000.000*d    

Untuk Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E – Laba Bersih  ATAU Penurunan R/E + Laba Bersih    jadi 18.000.000 – (-2.000.000) = 20.000.000

METODE TIDAK LANGSUNG (Metode Rekonsiliasi)  

Dengan metode ini arus kas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba rugi neto dipengaruhi oleh:
  • Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan.
  • Pos nonkas, seperti penyusutasn, povisi, pajak tangguhan, keuntungan dan kerugian mata uang asing yang belum direalisasi, serta laba entitas asosiasi yang belum didistribusikan.
  • Pos lain yang berkaitan dengan aktifitas investasi atau pendanaan, misalnya laba dari penjualan asset tetap.  Keuanggulan metode tidak langsung dengan metode langsung adalah metode tidak langsung berfokus pada perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Artinya metode tidak langsung memberikan hubungan yang bermanfaat antara laporan arus kas dan laporan laba rugi serta neraca.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-contoh-laporan-arus-kas.html
  NB :
RUMUS :

Pembayaran deviden tunai = Kenaikan R/E – Laba Bersih  ATAU Penurunan R/E + Laba Bersih    jadi 18.000.000 – (-2.000.000) = 20.000.000

Beban Penyusutan 10.000.000 *a berasal dari kenaikan akumulasi gedung dan peralatan Yi 5.000.000 + 5.000.000 = 10.000.000


Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-contoh-laporan-laba-rugi.html

         Laporan laba rugi adalah laporan yang merupakan bagian dari laporan keuangan yang memuat informasi mengenai hasil operasi perusahaan, baik itu pendapatan dan pengeluaran selama periode tertentu.
keberadaannya Laporan laba-rugi ini cukup penting , karena laporan ini dapat dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemakai laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka nilai arus kas atau kinerjanya buruk dan mengandung resiko yang terlalu besar. ketika perusahaan mengalami kenaikan pendapatan yang konsisten, walaupun tidak signifikan tetapi konsisten dari tahun ke tahun, hal tersebut dapat dijadikan acuan oleh investor dan kreditor untuk mengetahui kondisi perusahaan.
 Laporan perhitungan laba/rugi perlu disusun secarta sistematis dan logis. Di dalam menyusun laba/rugi perusahaan dasarnya adalah :

  • Penghasilan / Pendapatan / Penjualan
Yaitu aliran penerimaan kas atau harta lain yang diterima sebagai akibat penjualan barang / jasa.
  • Biaya
Yaitu harga pokok barang yang dijual dan pengeluaran - pengeluaran lain dalam rangka memperoleh penghasilan.
  • Laba / Rugi
yaitu selisih antara penghasilan yang diterima perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan. Jika penghasilan besar maka perusahaan akan memperoleh laba.

Bentuk Laporan Laba Rugi 

1. Single Step
Dimana Penyusunan laba rugi dengan mengambil total kelompok rekening yang ada didalam laporan laba rugi
Contoh :
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-contoh-laporan-laba-rugi.html
2. Multiple Step
Yaitu dengan mengelompokkan perkiraan - perkiraan laba rugi sesuai dengan bagiannya yang dilaporkan secara utuh.

Contoh :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-contoh-laporan-laba-rugi.html



 


Pengertian Dan Contoh Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.Jurnal khusus biasanya digunakan pada perusahaan dagang. Transaksi yang terjadi disuatu perusahaan tentunya berbeda sesuai dengan jenis perusahaannya. Jurnal khusus terdiri dari 5 macam Jurnal.Yaitu :
  1. Jurnal Pembelian
  2. Jurnal Pengeluaran Kas
  3. Jurnal Penjualan
  4. Jurnal Penerimaan Kas
  5. Jurnal Umum
    fungsi dari Jurnal Khusus
  1. Meringankan pekerjaan karena mudah ketika di Posting ke Buku Besar,
  2. Memungkinkan dilakukannya pembagian kerja,
  3. Mengghemat biaya dan tenaga dan
  4. Pengendalian Internal bisa dilaksanaknakan dengan baik.
  • Jurnal Khusus Pembelian

 Jurnal Pembelian ini hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian barang dagang berada di debet, sedangkan Hutang Barang Dagang di sebelah kredit.

Contoh Jurnal Pembelian Barang Dagang:

  •  Jurnal Khusus Pengeluaran Kas,

 Jurnal Pengeluaran Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran Kas..

Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :
  •  Jurnal Khusus Penjualan. 

Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit.
contoh jurnal penjualan :

  • Jurnal Penerimaan Kas. 

Jurnal Penerimaan Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan yang terjadi di dalam suatu perusahaan.

Contoh Jurnal Penerimaan Kas :

  •  Jurnal Umum. 

Jurnal Umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak dapat dicatat pada jurnal khusus.

Contoh Jurnal Umum :


Perlu di ingat, Jurnal umum di gunakan untuk  transaksi-transaksi yang tidak berkaitan dengan akun
  • Penjualan
  • Pembelian
  • Pengeluaran Kas
  • Penerimaan Kas
yang biasanya dicatat dalam Jurnal Umum adalah:
  1. Retur pembelian barang dagang, yang dahulu dibeli dengan kredit
  2. Retur penjualan barang dagang, yang dahulu dijual dengan secara kredit
  3. Pengubahan utang usaha menjadi utang wesel;
  4. Pengubahan piutang usaha menjadi piutang wesel;
  5. Penjualan sebagian aktiva tetap yang sudah tidak layak pakai secara kredit;
  6. Pengurangan harga.
  7. Penyusutan Aktiva 

Baca juga : Contoh jurnal penutup

Pengertian Penggolongan Akun Dalam Akuntansi

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-penggolongan-akun-dalam.html

penggolongan akun dalam akuntansi

Akun merupakan tempat mencatat transaksi keuangan yang memengaruhi keseimbangan harta, utang, dan modal.
Akun tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu :
  • akun riil dan akun nominal. Akun riil merupakan jenis akun yang tercatat di neraca, seperti harta, utang, dan modal. 
  • Akun nominal merupakan akun yang tercatat di laporan laba/rugi, seperti pendapatan dan beban.
 Akun harta
Harta atau aktiva merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan untuk melaksanakan kegiatan usaha. Harta dapat dibedakan sebagai berikut:
  • Harta lancar, adalah harta yang memiliki tingkat likuiditas tinggi dan umur pemakaiannya kurang dari satu tahun. Misalnya kas, surat-surat berharga, piutang usaha, wesel tagih, persediaan, perlengkapan, dan beban dibayar di muka.
  • Harta tetap, adalah harta yang berwujud dan memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun. Misalnya tanah, peralatan, gedung, mesin, dan alat transportasi.
  • Harta tidak berwujud, adalah harta yang secara kasatmata tidak bisa dilihat, tetapi memiliki nilai ekonomi. Misalnya, hak paten, hak cipta, merek, franchise, dan goodwill.
  • Investasi jangka panjang, adalah harta perusahaan yang berupa surat-surat berharga. Misalnya saham dan deposito.

Akun Hutang

Hutang atau kewajiban merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha perusahaan.Dan Hutang tersebut dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Hutang lancar, 
  2. Hutang jangka panjang
Hutang lancar adalah kewajiban yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Misalnya wesel bayar, utang usaha, beban masih harus dibayar, dan pendapatan diterima di muka.
Hutang jangka panjang, adalah kewajiban yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Misalnya, utang bank, hipotek, dan obligasi.

Akun modal

Modal merupakan kekayaan dari pemilik atas sebagian harta perusahaan.

Akun pendapatan

Pendapatan merupakan hasil yang diperoleh perusahaan atas kegiatan usahanya. Pendapatan dibedakan menjadi Dua yaitu :
  1. pendapatan usaha 
  2. pendapatan di luar usaha. 
Pendapatan usaha adalah pendapatan yang diperoleh berkaitan dengan kegiatan usaha. Dan Pendapatan di luar usaha adalah pendapatan yang diperoleh atas kegiatan di luar usaha. Misalnya, pendapatan bunga, sewa, dan komisi.

Akun beban

Beban merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan karena menjalankan kegiatan usaha. Beban di juga di bedakan menjadi dua yaitu:
  1.  beban usaha 
  2.  beban di luar usaha. 
Beban usaha adalah biaya yang dikeluarkan akibat menyelenggarakan kegiatan usaha. kalau Biaya di luar usaha adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan karena melakukan kegiatan di luar usaha. Misalnya beban bunga dan sewa.



Contoh Metode Persediaan Perusahaan Dagang

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html

  Jika perusahaan sering membeli barang dan harga beli masing-masing pembelian berbeda, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok barang yang dipakai/dijual dan harga pokok barang yang masih ada di gudang.
Sebagai contoh data persediaan barang dagangan untuk bulan Januari 2017 sebagai berikut:

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html

Setelah dilakukan inventarisasi fisik, jumlah pesediaan per 31 Januari 2017 adalah 350 unit. Tentukan:
a.    Persediaan per 31 Januari 2017.
b.    Harga pokok persediaan yang dijual dalam bulan Januari 2017.
 Barang yang tersedian untuk dijual selama bulan Desember adalah 100 + 250 + 350 + 300 = 1.000 unit, maka barang yang dijual adalah 1.000 – 350= 650 unit. Karena harga belinya berbeda-beda, maka perlu asumsi arus barang yang akan digunakan sebagai dasar penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir 

Jika Perusahaan Menggunakan Sistem Periodik.

  (1)   FIFO

Dengan metode ini jumlah barang yang digunakan sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang pertama kali dibeli, yaitu:
  100 unit       @ Rp 1000 = Rp 100.000
  250 unit       @ Rp 1200  = Rp  300.000
 300 unit        @ Rp 1100  = Rp  330.000
 Harga pokok penjualan    Rp  730.000

Selanjutnya persediaan yang 350 unit dianggap dari pembelian tanggal 22 dan 30 Desember 2017 dengan rincian sebagai berikut:
 50 unit             @ Rp 1100 = Rp 55.000
 300 unit          @ Rp 1300 = Rp 390.000
 Persediaan akhir :               Rp 445.000

     (2)  LIFO

Dengan metode ini jumlah barang yang dijual sebanyak 700 unit diasumsikan berasal dari barang yang terakhir dibeli, yaitu:
350 unit         @ Rp 1100 =  Rp 385.000
300 unit         @ Rp 1300 =  Rp 390.000
Harga pokok penjualan     Rp 775.000

Selanjut persediaan akhir 350 unit dianggap berasal dari pembelian tanggal 1 dan 12 Januari 2017, yaitu:
100 unit          @ Rp 1000 = Rp 100.000
250 unit          @ Rp 1200 = Rp 300.000
Persediaan akhir                 Rp  400.000

   (3). Metode Rata-rata

Untuk menghitung persediaan akhir dan harga pokok penjualan perlu dibuat perhitungan sebagai berikut:

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html
 Harga pokok penjualan = 650 x Rp 1.175 = Rp 763.750
      Persediaan akhir = 350 x Rp1.175 = 411.250
Jika perusahaan menggunakan Sistem Perpetual
Jika perusahaan menggunakan sistem perpetual, penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir dilakukan setiap perusahaan menjual barang. Untuk mempermudah pekerjaan menentukan harga pokok ini digunakan suatu kartu yang lazim disebut Kartu Persediaan. Satu jenis barang disediakan satu Kartu. Dengan demikian sistem ini baru cocok untuk persediaan yang nilainya tinggi.
Misalkan atas satu jenis barang diperoleh informasi sebagai berikut:

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html



    Metode Fifo

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html

  Metode Lifo

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html

    Metode Rata-rata

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-persediaan-perusahaan_89.html

Baca Juga : Pengertian Metode Persediaan Perusahaan Dagang

Contoh Metode Penyusutan Aktiva Tetap

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-penyusutan-aktiva-tetap.html

Pada metode penyusutan garis lurus, biaya penyusutan aktiva dialokasikan ke tiap-tiap tahun dengan jumlah yang sama. 

Tarif amortisasi : 50%, 25%, 12,5 %,

Rumus :         Penyusutan tiap tahun  =   (Harga perolehan - Nilai sisa) : Umur ekonomis

Contoh:

PT.XXX  membeli sebuah aktiva yang termasuk dalam kelompok I harta berwujud seharga Rp.240.000.000 pada tanggal 3 Mei 2017, maka pembebanan atas biaya penyusutan aktiva tersebut berdasarkan metode garis lurus adalah sebagai berikut :







  • Metode garis lurus


  • https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-penyusutan-aktiva-tetap.html

    Keterangan :

    Untuk tahun 2017 biaya penyusutan dihitung berdasarkan 8/12 x 25% x biaya perolehan, karena pembelian dimulai pada bulan Mei 2017, sehingga biaya yang diperkenankan hanya dari bulan Mei 2017 sampai Desember 2017 yaitu selama 8 bulan.

    Untuk tahun 2021 biaya penyusutan dihitung berdasarkan 4/12 x 25% x biaya perolehan, karena sisa masa manfaat hanya untuk bulan Januari 2021 sampai April 2021 yaitu selama 4 bulan.


    •   Metode saldo menurun (declining balance method)

               Dasar penyusutan adalah nilai sisa buku fiskal. Penyusutan dengan metode saldo menurun adalah penyusutan dalam bagian-bagian yang menurun dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku. Cara perlakuan nilai sisa buku suatu aktiva tetap pada akhir masa manfaat yang disusutkan dengan metode saldo menurun adalah,nilai sisa buku suatu aktiva pada akhir masa manfaat yang disusutkan dengan metode saldo menurun harus disusutkan sekaligus.

    Contoh :
    PT. XXX membeli sebuah aktiva yang termasuk dalam kelompok I harta berwujud seharga Rp.240.000.000 pada tanggal 3 Mei 2017, maka pembebanan atas biaya penyusutan aktiva tersebut berdasarkan metode saldo menurun adalah sebagai berikut :

    https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-penyusutan-aktiva-tetap.html
     Untuk tahun 2017 biaya penyusutan dihitung berdasarkan 8/12 x 50% x biaya perolehan, karena pembelian dimulai pada bulan Mei 2017, sehingga biaya yang diperkenankan hanya dari bulan Mei 2017 sampai Desember 2017 yaitu selama 8 bulan.

    •  Metode Jumlah Produk (Product Units Method) 
            Penyusutan yang dihitung berdasarkan jumlah produk yang dihasilakn sama dengan penyusutan yang menggunakan metode jam kerja mesin. Besar kecilnya jumlah penyusutan pada setiap tahun tergantung pada jumlah produk yang diproduksi pada setiap tahun.
    Jumlah produksi pada setiap tahun tergantung pada permintaan pasar serta jenis barang yang dihasilkan..

     Penyusutan dihitung sebagai rumus berikut :

     P =  B – S 
                U

    keterangan :
    P          =  Penyusutan
    U          = jumlah unit selama umur ekonomis mesin
    B          =  Harga beli
    S          =  nilai sisa
    Penyusutan per tahun =  jumlah produksi setahun X penyusutan per unit penyusutan per unit  =  (harga beli-nilai sisa) / taksiran jumlah produksi

    Contoh : 
    Sebuah mesin Produksi pabrik mempunyai harga beli sebesar Rp 240.000.000 diperkirakan mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 48.000.000, serta diperkirakan dapat menghasilkan unit produksi selama 5 tahun sebagai berikut :

    Tahun Ke-1 =  23.000 unit
    Tahun Ke-2 =  18.000 unit
    Tahun Ke-3 =  15.000 unit
    Tahun Ke-4 =  13.000 unit
    Tahun Ke-5 =  11.000 unit

    Maka besarnya penyusutan adalah : Penyusutan per unit  = (Rp.240.000.000 – Rp. 48.000.000) / 80.000.000 = Rp. 

    Penyusutan per tahun :

    https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-penyusutan-aktiva-tetap.html
     Jadwal Penyusutan Selama 5 Tahun adalah:

    https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/contoh-metode-penyusutan-aktiva-tetap.html

    Dari tabel di atas dapat ketahui bahwa nilai Residu mesin pabrik tetrsebut senilai 48.200.000 .tidak sesuai dengan perkirakan awal dengan nilai 48.000.000

    Baca juga : Pengertian penyusutan Aset tetap




    Pengertian dan Cara Membuat Neraca Lajur


    https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-cara-membuat-neraca-lajur.html

    Neraca Lajur dalam akuntansi
    Di dalam akuntansi, Neraca adalah bagian dari laporankeuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu: aset, liabilitas, dan ekuitas dan yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

    Aset = liabilitas + ekuitas.

             Neraca lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan secara sistematis.
    Bahwa penyusunan jurnal penyesuaian digunakan untuk persiapan menyusun neraca dan laporan laba rugi. Dengan menyusun jurnal penyesuaian, maka perkiraan riil dan perkiraan nominal akan menunjukkan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu, agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dan benar, diperlukan suatu alat yang disebut neraca lajur atau kertas kerja.

    TUJUAN PEMAKAIAN NERACA LAJUR

    Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai dengan penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.
    Neraca lajur bukan merupakan laporan keuangan maka tidak perlu diberikan kepada pihak luar seperti kreditur, pemegang saham dan sebagainya. Perlu disadari juga neraca lajur tidak dapat menggantikan kedudukan pencatat akuntansi atau laporan keuangan dan semata-mata hanya merupakan alat pembantu untuk laporan keuangan. Walaupun demikian neraca lajur ini sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk dapat melihat perkiraan-perkiraan yang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari, sehingga dapat mengontrol setiap pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.
    Tujuan pemakaian neraca lajur adalah:
    a. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
    b. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
    c. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
    LANGKAH - LANGKAH MENYUSUN NERCA LAJUR
    Adapun beberapa tahapan langkah-langkah menyusun neraca lajur dalam akuntansi adalah antara lain:

    1. Membuat Format Neraca Lajur

          Berikut format neraca lajur:
    https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/08/pengertian-dan-cara-membuat-neraca-lajur.html

    2. Isi Kolom  Nama rekening Beserta Saldo Akunnya

    Cara pengisiannya:
    Untuk yang baris jumlah itu di isi dengan jumlah debet dan kredit dari kolom neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, neraca, dan laporan laba rugi.
    Untuk baris laba atau rugi itu adalah baris yang menunjukan nominal laba atau rugi dari perusahaan. Dan yang terakhir baris total kolom neraca dan laba rugi di isi dengan total jumlah dari kolom neraca dan laporan laba rugi.

    3. Isi Kolom Jurnal Penyesuaian.

    Untuk kolom jurnal penyesuaian isilah dengan nominal-nominal yang telah dicatat dijurnal penyesuaian sebelumnya.
    Contohnya seperti ini:
    Untuk jurnal penyesuaian contoh diatas hanya menyesuaikan pemakaian perlengkapan, penyusutan peralatan, dan penyusutan gedung, anda bisa masukan sesuai dengan jurnal penyesuaian yang sudah di buat sebelumnya.

    4. Mengisi Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

    Prosesnya adalah dengan mengurangi atau menjumlah atau di sebut dengan menselisihkan tiap nominal akun yang ada pada kolom neraca saldo dengan akun yang ada pada kolom jurnal penyesuaian. Jika pada kolom neraca sado saldo akun di debet dan pada kolom jurnal penyesuaian ada saldo akun yang sama dengan nominal tertentu di sebelah kredit, maka nominal akun yang ada pada jurnal penyesuaian dapat mengurangi nominal akun yang ada pada neraca saldo.

    5. Mengisi Kolom Laporan Laba Rugi

    Cara mengisi kolom ini ialah dengan memindahkan semua saldo akun nominal yang ada pada kolom neraca saldo setelah penyesuaian ke kolom laporan laba rugi. pengisian ini merupakan kebalikan dari pengisian klom neraca.
    Akun nominal itu merupakan kebalikan dari akun rill, akun rilll bukan akun beban dan pendapatan, justru akun nominal adalah semua akun pendapatan dan semua akun beban.
    Baris laba atau rugi pada kolom laporan laba rugi nominalnya berada di sebelah debet. Karena pada kolom laporan laba rugi ini jika perusahaan mengalami keuntungan maka akan lebih besar jumlah kolom kredit dari pada debet pada kolom laporan laba rugi. Untuk mengisi baris laba atau rugi anda tidak usah bingung. Krena baris tersebut hanya berisi selisih antara debet dan kreditnya. Dan jumlah yang paling besarnya di simpan di baris total kolom neraca dan laba rugi.

    6.Mengisi Kolom Neraca

    Untuk mengisi kolom ini hanya memindahkan semua akun-akun neraca yang ada pada kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Akun neraca adalah semua akun rill atau akun yang bersifat nyata.
    Yang termasuk ke dalam akun neraca adalah semua akun kecuali akun beban dan akun pendapatan.
    Ketika anda mengisi baris jumlah pada kolom debet dan kredit yang ada pada kolom neraca, biasanya terjadi perbedaan antara kolom debet dan kredit. Hal disebabkan karena ada sebuah keuntungan atau kerugian pada perusahaan tersebut.
    Jika pada kolom neraca jumlah kolom debetnya lebih besar dari pada kolom kreditnya maka perusahaan tersebut artinya mendapat keuntungan, sebaliknya maka prusahaan mengalami kerugian.

    Tabel neraca lajur benar apabila jumlah nominal baris laba atau rugi pada kolom neraca dan kolom laporan laba rugi nominalnya sama. Penempatan antara debet dan kreditnya berbeda pada klom neraca di catat di sebelah kredit dan pada kolom laporan laba rugi dicatat di sebelah debet.

    Langka-langkah menyusun neraca lajur dalam akuntansi adalah:

    1. Membuat Format Neraca Lajur
    2. Isi Kolom Nama akun/rekening Beserta Saldo Akunnya
    3. Isi Kolom Jurnal Penyesuaian.
    4. Mengisi Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
    5. Mengisi KolomLaporan Laba Rugi
    6. Mengisi Kolom Neraca

    Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa manfaat menyusun neraca lajur dalam akuntansi untuk
    Mempermudah penyusunan laporan keuangan, karena neraca lajur menyajikan saldo-saldo rekening dan penyesuaian yang berkompeten.
    Membantu menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pemuatan penyesuaian.
    Memungkinkan penyusunan laporan keuangan sementara , tanpa harus menyelenggarakan jurnal penyesuaian secara formal.









    Ads