Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts

2 Elemen Utama Pada Akun Pasiva

Liabilitas Dan Modal Pada Akun Pasiva

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/liabilitas-dan-modal-pada-akun-pasiva.html
       Ada 2 elemen utama yang ada pada akun Pasiva,yaitu Hutang (Liabilities) dan Modal (Equity) .dan 2 elemen akun pasiva ini termasuk golongan akun Rill.
Untuk akun Hutang/kewajiban (Liabilities) di klasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu :

Hutang/kewajiban Lancar  
Hutang/kewajiban jangka panjang  
hutang/kewajiban Lain-lain  

Hutang Lancar (Current liabilities)  

Pengertian Hutang lancar atau juga bisa di sebut hutang jangka pendek adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun,atau siklus normal operasi perusahaan.Contohnya sebagai berikut :

1.Hutang usaha (account payable) adalah kewajiban yang harus dilunasi atas transaksi    pembelian barang/jasa secara kredit.

2.Hutang wesel /wesel bayar (notes payable) adalah janji tertulis untuk membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu dan pada tanggal yang telah ditetapkan.

3.Hutang beban (Load debt) adalah kewajiban membayar karena perusahaan sudah menerima manfaatnya, seperti hutang bunga (interest payable),Hutang gaji (salary Payable) dan hutang sewa (rent payable). 

4.Pendapatan diterima di muka(prepaid income) adalah pendapatan yang belum merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya, Contohnya sewa diterima di muka dan bunga diterima di muka. 

Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities

Hutang jangka panjang (long term Liabilities) adalah kewajiban yang dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan. Jenis hutang jangka panjang, di antaranya: 

1.Hutang hipotek (mortage payable) adalah pinjaman jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap. 

2.Hutang obligasi (bond payable) adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkan surat-surat obligasi. ( Obligasi adalah surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut ) . Pemegang obligasiakan mendapatkan bunga tetap secara berkala yang disebut kupon. 

3.Kredit investasi adalah pinjaman jangka panjang yang diterima dari bank atau lembaga keuangan lain yang digunakan untuk perluasan perusahaan.

Hutang Lain-lain (Other Liabilities)

 Hutang lain-lain adalah meliputi semua kewajiban yang tidak sesuai untuk di klasifikasikan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. Contonya : uang jaminan yang diterima dari pelanggan . 

 Modal (Equity

Modal (Equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dari laba yang ditahan (retained earning).Akun Modal ini juga termasuk golongan Pasiva.Untuk Pemberian nama akun ekuitas bergantung dari jenis perusahaannya.
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/2-elemen-utama-pada-akun-pasiva.html

Baca Juga : 5 Golongan Harta Pada Akun Aktiva

5 Jenis Harta Golongan Aktiva

Akun Golongan Aktiva

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/5-jenis-harta-golongan-aktiva.html
Harta dalam akuntansi adalah sumber-sumber ekonomi (kekayaan perusahaan) dan diharapkan manfaatnya di masa yang akan datang. Harta juga bisa diartikan kekayaan suatu perusahaan yang berwujud maupun tidak berwujud dan dapat dinilai dengan uang untuk kelancaran operasional perusahaan.ada.ada beberapa jenis harta dalam perusahaan ,di antaranya :

Harta Lancar (Current Assets
Investasi Jangka Panjang (Long Invesment
Harta Tetap (Fixed Assets
Harta Tak Berwujud (Intangible Assets
Harta Lain-lain (Other Assets)

Harta Lancar (Current Assets)

 Yang dimaksud dari harta lancar adalah uang tunai yang ada di perusahaan maupun yang disimpan di bank, harta tersebut di harapkan menjadi uang atau dikonsumsikan dalam jangka waktu satu tahun selama kegiatan normal perusahaan. Contohnya: Kas , piutang dagang, wesel tagih, barang dagangan, beban-beban yang dibayar dimuka, pendapatan yang akan diterima, surat-surat berharga.

Investasi Jangka Panjang (Long Invesment)

 Investasi jangka panjang adalah salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta . Sederhananya,untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang ,biasanya di dalm perusahaan berinvestasi dengan penambahan modal pada perusahaan lain dengan tujuan memperoleh keuntungan di kemudian hari sesuai dengan kesepakatan.
Contohnya: Investasi saham, Investasi Obligasi, Investasi Tanah

Harta Tetap (Fixed Assets

Harta tetap adalah harta berwujud yang jangka waktu perputaranya lebih dari 1 tahun,untuk bertujuan digunakan dalam menjalankan perusahaan.Beberapa jenis Harta tetap atau harta berwujud memiliki estimasi umur pemakaian atau adanya Penyusutan .
Contoh Harta tetap adalah: Tanah (Land), Gedung (Building), mobil, inventaris .

Harta Tak Berwujud (Intangible Assets

aktiva tidak berwujud dapat di artikan harta atau hak yang sifatnya jangka panjang tetapi tidak ada wujudnya. Contohnya: Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta, Merk dagang.

Harta Lain-lain (Other Assets

Maksud dari Harta Lain-lain adalah yang tidak di golongkan dalam keempat golongan di atas,karena mempunya sifat-sifat yang khusus. Contohnya: Proyek gedung yang belum selesai, beban riset dan pembangunan, pendapatan bunga, pendapatan sewa, deviden, dan lain sebagainya.

 Baca juga : Penyusutan Aktiva Tetap

 

Persamaan Dasar Akuntansi Lengkap

Persamaan Akuntansi

         Secara garis besar Persamaan akuntansi adalah alat yang digunakan sebagai dasar analisis yang menunjukan antara Harta (aktiva) ,Kewajiban dan Modal (Pasiva).
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html

Aktiva = Pasiva 


Harta (Aktiva)

           Harta / aktiva adalah sumber ekonomik yang di miliki oleh perusahaan yang akan memberi manfaat dan keuntungan di masa yang akan datang.Akun-akun yang ada pada aktiva Merupakan akun yang akan digunakan untuk membuat laporan Neraca. Contoh Akun-akun Aktiva : Kas,persediaan barang dagangan,perlengkapan kantor,peralatan kantor,tanah,piutang ,dan lain sebagainya .

Hutang dan modal ( Pasiva

         Pasiva terdiri dari dua akun utama,yaitu hutang perusahaan yang sering di sebut dengan istilah kewajiban atau liabilities.dan yang ke dua adalah modal ( owner equity ).2 Elemen Utama Akun Pasiva Jika persamaan di atas di kembangkan,dengan memasukan kedua unsur di atas kedalamnya,maka akan di peroleh persamaan sebagai berikut :

Harta = Hutang + Modal

        Di dalam persamaan akuntansi,hutang atau kewajiban selalu di letakan di depan modal,karena dengan alasan kreditur juga mempunyai hak preferensi atas harta (aktiva) perusahaan.Dan sisanya merupakan hak pemilik, Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini :

Harta – Hutang = Modal Pemilik

          Jadi pada dasarnya semua transaksi perusahaan baik yang sederhana sampai dengan yang bersifat komplek dapat di identifikasikan sebagai perubahan yang menyangkut ketiga unsur dasar persamaan akuntansi.akibat adanya perubahan dalam persamaan akuntansi dapat diamati dari beberapa jenis transaksi.Berikut Beberapa Contoh suatu transaksi yang mempengaruhi persamaan akuntansi

Transaksi 1 

 Bapak Hardi membuka usaha toko komputer dengan nama ‘’ Hardi Com ‘’ dan menyetorkan uang pribadinya senilai 200.000.000 sebagai modal toko komputer


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html

       Transaksi di atas tersebut mengakibatkan kenaikan harta (aktiva),dalam hal ini Kas 200.000.000 dan modal  Bapak Hardi 200.000.000.Dari transaksi tersebut,dalam persamaan akuntansi di sisi kiri harus sama dengan sisi kanan.

Transaksi 2 

       Bapak Hardi menyewa sebuah Ruko yang akan di gunakan untuk toko komputer senilai 20.000.000 untuk waktu 2 Tahun. Pengaruh terhadap persamaan akuntansi nya adalah sebagai berikut :


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html
       Transaksi tersebut akan merubah komposisi aktiva,dalam hal ini kas berkurang senilai 20.000.000 Dan aktiva lain yaitu uang muka sewa 20.000.000,sementara modal bapak Hardi tidak berpengaruh sama sekali.

Catatan : Saldo kedua di dalam persamaan akuntansi harus seimbang (Balance)

Di bawah ini adalah catatan kecil agar di kedua sisi tersebut selalu seimbang (Balance

Harta (Asset) bertambah = Debet 
Harta ( Asset ) Berkurang = Kredit 
Hutang ( Liability ) Bertambah = Kredit 
Hutang ( Liability ) Berkurang = Debet 
Modal ( Equity ) Bertembah = Kredit 
Modal ( Equity ) Berkurang = Debet 
Pengambilan pribadi (Prive) bertambah = Debet 
Pengambilan pribadi (Prive) berkurang = Kredit


Perbedaan Biaya Dan Beban

Cost Vs Expense


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html
      Biaya (cost) dan beban (expense) adalah dua hal yang berbeda karakteristiknya.
Dalam definisi Biaya (Cost) adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya ini belum habis masa pakainya dan digolongkan sebagai aktiva. Contoh :
Biaya asuransi,biaya sewa,Perlengkapan yang belum di gunakan. 
Untuk definisi Beban (Expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntasi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban mengakibatkan penurunan ekiutas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal.garis besar nya adalah biaya yang telah memberikan manfaat dan sekarang yang telah habis.Contohnya :Beban Penyusutan,beban pemasaran,beban-beban biaya operasional,dan lain sebagainya.
       Tak sedikit yang masih bingung bagaimana membedakan antara biaya dan beban dalam laporan keuangan,
Secara garis besar biaya dan beban adalah :

Biaya (Cost)

Biaya yang belum di nikmati atau yang belum di pakai dan yang dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang,untuk periodenya lebih dari satu tahun dan merupakan pengeluaran modal (capital expenditure)  .Biaya tersebut terletak dalam laporan keuangan Neraca,dan di kelompokan sebagai harta (Assets).

Beban (expense

Pengeluaran atau Biaya yang telah terpakai dan tidak dapat memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang,untuk periodenya kurang dari satu tahun,dan merupakan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).Beban tersebut terletak dalam laporan keungan Laba rugi (L/R).


Fungsi Dan Contoh Laporan Neraca Lengkap

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/fungsi-dan-contoh-laporan-neraca-lengkap.html

Laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang di sebut sebagai Neraca adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang di hasilkan dalam suatu periode akuntansi,dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.

Struktur Dan Unsur Neraca 

Posisi Neraca Keuangan terdiri atas Dua pos yaitu Aktiva dan Pasiva ,dan Dua pos tersebut terdiri atas 3 unsur yang terdiri atas aset (aktiva), dan pada pos Pasiva terdiri atas kewajiban atau hutang (liabilitas), dan ekuitas atau modal (equity). ketiganya di hubungan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi berikut:

Aktiva = Kewajiban (Hutang) + Modal
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/fungsi-dan-contoh-laporan-neraca-lengkap.html
          informasi yang bisa disajikan di dalam laporan neraca di adalah, posisi atas sumber kekayaan perusahaan atau entitas dan sumber dari pembiayaan untuk mendapatkan atau memperoleh kekayaan perusahaan tersebut didalam suatu periode akuntansi. baik dalam bulan atau tahunan.

Manfaat Atau Fungsi Laporan Neraca

  • Sebagai alat untuk menganalisis fleksibilitas keuangan.atau laporan neraca keuangan dapat sebagai alat yang dapat di gunakan pihak perusahaan untuk pengambilan sebuah keputusan. Dimana keputusan tersebut berhubungan dengan tindakan ke depannya.  
  • Digunakan untuk menganalisis likuiditas. Dalam hal ini nantinya akan menunjukkan informasi dan kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam melunasi segala kewajiban jangka pendek nya dengan kondisi harta likuid yang dimilikinya.
  • Alat untuk menganlisis solvabilitas. Dalam hal ini dapat menunjukkan informasi kemampuan perusahaan untuk dapat segera mengambil keputusan melunasi hutang yang dimiliki. Hutang hutang atau kewajiban perusahaan ini di harap dapat terbayar lunas sebelum atau pun tepat di tanggal jatuh tempo.
secara garis besar
manfaat dan  kegunaan neraca ialah untuk menilai resiko perusahaan, namun selain untuk menilai resiko perusahaan, neraca juga dapat digunakan untuk meramalkan atau menilai arus kas di masa depan suatu perusahaan.

Contoh Neraca :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/fungsi-dan-contoh-laporan-neraca-lengkap.html


Pengertian Job Costing

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-job-costing.html

  Job Costing bisa di artikan mengumpulkan biaya-biaya pesanan menjadi suatu produk .atau sistem kalkulasi biaya berdasarkan pesanan dimana biaya yang dikumpulkan akan dibebankan ke unit produksi. Kunci dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job costing) adalah biaya suatu pekerjaan berbeda dari pekerjaan lainnya, dan harus tetap ditelusuri secara terpisah.

 Pendekatan Costing

  • Actual Costing : ini adalah costing yang secara nyata terjadi. Actual costing hanya dapat dihitung pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu sulit sekali menggunakan Actual Costing untuk menghitung pembebanan overhead.Sebagai contoh ada proses produksi yang menggunakan 8 jam kerja dalam 1 hari, bagaimana pembebanan listrik untuk aktivitas ini.Mungkin menghitung nya bisa menggunakan KWH.Tapi tidaklah efisien ,kecuali di lakukan aktivitas uji coba pembuatan 1 produk terlebih dahulu,tapi bagaimana jika produknya sesuai dengan pesanan,sangat sulit pendekatan actual costing di gunakan
  • Normal costing : adalah cara pembebanan biaya tidak langsung (Biaya yang tidak mudah di telusuri)dengan cara mengalokasikan biaya menggunakan Unit driver atau pemicu biaya yang telah ditetapkan. Alokasi ini merupakan hasil perhitungan yang telah di ambil dari data tahun lalu.Misalnya pada tahun lalu telah dihitung bahwa setiap 1 jam, maka overhead yang terjadi adalah 200.000 rupiah.Dari dasar ini, setiap kali melakukan aktivitas produksi maka akan dihitung overheadnya sebesar 200.000 dikalikan jumlah jam yang digunakan

Karakteristik perusahaan yang menggunakan job costing adalah :

  1. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan spesifikasi pemesanan.  
  2. Biaya produksi digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.  
  3. Biaya produksi langsung terdiri biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.  
  4. Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai beban pokok produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi.  
  5. Beban pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. 

Manfaat dari penggunaan job costing bagi pihak manajemen adalah :

  •  Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pelanggan.
  • Mempertimbangkan dalam hal menerima atau menolak pesanan.
  • Memantau realisasi biaya produksi. 
  • Menghitung laba atau rugi dari tiap pesanan. 
  • Menentukan beban pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan disajikan dalam neraca.

 Langkah – langkah dalam perhitungan job costing yaitu :  

  • Identifikasi pekerjaan yang dipilih sebagai obyek biaya Agar rincian dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, maka harus diidentifikasi pekerjaan sesuai dengan obyek biaya.
  •  Identifikasi biaya langsung pekerjaan Dalam mengidentifikasi biaya manufaktur, yang dikategorikan menjadi biaya manufaktur langsung yaitu bahan baku langsung dan tenaga kerja manufaktur langsung.  
  • Pilih dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan Biaya manufaktur tidak langsung adalah biaya – biaya yang diperlukan untuk menjalankan suatu pekerjaan namun tidak dapat dilacak langsung ke pekerjaan tertentu.  
  • Identifikasi biaya tidak langsung yang terkait dengan setiap dasar alokasi biaya Alokasi tunggal berdasarkan jam kerja tenaga manufaktur langsung dapat digunakan untuk mengalokasikan biaya manufaktur tidak langsung bagi produk.
  • Hitung tarif per unit dari setiap dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan.  
  • Hitung biaya tidak langsung yang dialokasikan ke pekerjaan Biaya tidak langsung dari suatu pekerjaan dihitung dengan mengalihkan kuantitas aktual dari setiap dasar alokasi biaya (satu dasar alokasi untuk setiap pool) yang terkait dengan pekerjaan itu dengan tarif biaya tidak langsung dari setiap dasar alokasi biaya.
  •   Hitung biaya total pekerjaan dengan menambahkan seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang dibebankan ke pekerjaan. Seluruh biaya yang terkait seperti manufaktur langsung yang meliputi bahan baku langsung dan tenaga kerja manufaktur langsung, serta biaya manufaktur tidak langsung.
Persamaan Proses Costing dan Job Costing adalah tujuan utama kedua sistem tersebut membebankan biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhad produk dan memberikan mekanisme perhitungan biaya per unit.

Perbedaan Job Costing dan Proses Costing


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-job-costing.html

Fungsi Dan Contoh Jurnal Penyesuaian

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pengertian Jurnal Penyesuaian ( adjusting journal entry ) adalah proses pencocokan, mengenai catatan atau fakta yang sebenarnya terjadi pada akhir masa periode akuntansi. Penyusunan jurnal penyesuaian diambil dari data neraca saldo dan data informasi penyesuaian akhir periode. (Perbedaan Aktiva Lancar dan Tidak Lancar)  Sedangkan ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam beberapa akun. Sehingga saldo menggambarkan jumlah saldo yang sebenarnya.
 jurnal penyesuaian ini memiliki dua fungsi, Yaitu : Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada masa akhir periode, sehingga setiap perkiraan saldo yang didapat akan menjadi rill,untuk perkiraan harta dan kewajiban menunjukan jumlah yang sebenarnya.Dan Menghitung setiap perkiraan nominal pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan.

Ada beberapa akun yang memerlukan jurnal penyesuaian , di antaranya :

  • Penyusutan aktiva tetap
  • Beban di bayar dimuka
  • Beban yang masih harus dibayar
  • Pendapatan yang masih harus diterima
  • Pendapatan diterima dimuka
  • Pemakaian barang habis pakai

1.Penyusutan Aktiva Tetap

 Nilai aktiva tetap yang dimanfaatkan pada periode berjalan merupakan nilai penyusutan atau penghapusan (depreciation) dari aktiva tetap. Nilai penyusutan aktiva tetap ditampung dalam bentuk akun kontra (contra asset account) yang disebut akumulasi penyusutan (accumulated depreciation). Akun tersebut termasuk dalam kelompok aktiva namun bersifat kontra atau berlawanan. Aturan saldo normal akumulasi penyusutan merupakan kebalikan dari aktiva yang bersangkutan. Bertambahnya akun akumulasi penyusutan aktiva tetap akan dicatat pada sisi kredit.  Pada waktu penyesuaian dilakukan, jumlah nilai aktiva yang disusutkan untuk periode berjalan akan dicatat dalam akun beban
 penyusutan aktiva tetap.
Contoh : Tanggal 8 Januari 2017 dibeli Mobil seharga Rp 240.000.000 yang memiliki umur ekonomis 8 tahun dan tidak ada nilai residu pada akhir umur ekonomisnya. Nilai penyusutan per tahun untuk kendaraan tersebut dapat dihitung sebagai berikut.


 Penyusutan tahunan = 1/8 x 240.000.000 = 30.000.000  Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017 sebagai berikut:


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html


 Jika pada akhir periode umur ekonomisnya terdapat nilai residu (nilai sisa) sebesar Rp 30.000.000 , maka penyusutan tahunannya sebagai berikut: Penyusutan tahunan = 1/8 x ( 240.000.000 – 30.000.000 ) = 210.000.000

2.Beban Dibayarkan Di Muka

 Beban dibayar di muka merupakan akun campuran, yaitu suatu akun yang di dalamnya terdapat sebagian nilai yang harus masuk ke dalam akun riil dan sebagian lagi harus masuk ke dalam akun nominal. Akun tersebut diperlukan dengan dua cara . Saat Pembayaran Dicatat sebagai Harta Jika pada saat pembayaran dianggap sebagai harta maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “beban dibayar di muka”. Walaupun ada istilah beban, akun tersebut merupakan aktiva, yakni aktiva lancar. Pada akhir periode harus dipisahkan berapa nilai beban periode berjalan (beban yang benar-benar terjadi) dan beban periode yang akan datang (beban yang belum terjadi) dari akun tersebut.

Contoh :  5 Juni 2017 dibayar beban asuransi untuk periode 1 tahun sebesar 6.000.000 Pada saat terjadi transaksi dibuat jurnal sebagai berikut.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pada akhir periode dilakukan penyesuaian dengan menghitung beban periode berjalan dan beban periode mendatang.

 Beban periode berjalan = 7/12 × Rp 6.000.000 = Rp 3.500.000 . Beban periode mendatang = 5/12 × Rp 6.000.000 = Rp 2.500.000 .Berdasarkan analisis tersebut maka dibuatlah jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017


 Saat Pembayaran Dicatat sebagai Beban
Jika saat pembayaran dicatat sebagai beban / Pendekatan Laba Rugi maka akun yang digunakan pada saat pencatatan ialah akun “beban asuransi”. Berdasarkan kasus pada contoh di atas maka pada saat pembayaran dibuatlah jurnal penyesuaian seperti berikut.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html
 Karena pada saat pembayaran dicatat sebagai beban,maka yang dikeluarkan dari akun beban asuransi adalah nilai yang menjadi beban periode mendatang, yaitu 5 bulan. Beban periode mendatang, yaitu: 5/12 × Rp 6.000.000,00 = Rp 2.500.000  Maka, jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

3.Beban yang Masih Harus Dibayar

Beban Terhutang  yang masih harus dibayar juga memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode, diketahui ada beban yang masih harus dibayar, transaksi tersebut harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Contoh : gaji karyawan bulan Desember 2017, baru akan dibayarkan tanggal 5 Januari 2018, sebesar Rp3.600.000 .Maka jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

4.Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Sama halnya dengan beban terhutang, pada akhir periode mungkin ada sejumlah pendapatan jasa yang pembayarannya belum diterima.
Contoh:, pada akhir periode terdapat pendapatan yang masih harus diterima pembayarannya sebesar Rp 7.000.000. Maka Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2017 :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html
Untuk soal Kasus Perusahaan menerima bunga bank dua kali dalam setahun, yaitu 1 Mei dan 1 November sebesar Rp 600.000. Jadi, sampai dengan 31 Des perusahaan masih harus menerima pendapatan bunga untuk 2 bulan yaitu bulan , Nopember, dan Desember, yang belum diterima, sehingga perlu dilakukan penyesuaian sebagai berikut: 2/6 x Rp 600.000 = Rp 200.000 Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

 4.Pendapatan yang Diterima Di Muka

( Saat Permintaan Pendapatan Dicatat sebagai Hutang ) Jika pada saat penerimaan pendapatan dicatat sebagai Hutang atau di catat menggunakan Metode pendekatan Neraca ,maka akun yang digunakan untuk transaksi tersebut adalah akun “pendapatan diterima di muka ”. Walaupun menggunakan istilah pendapatan, sebenarnya sifat akun tersebut ialah Hutang ( Kas Bon )
 Contoh : tanggal 1 Februari 2017 diterima pendapatan atas sewa Kantor untuk 1 tahun sebesar Rp 24.000.000. Pada saat terjadi transaksi, maka jurnal yang dibuat :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pada saat Akhir periode 31 Desember 2017,maka jurnal yang di buat :
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Saat Penerimaan sewa kantor Dicatat sebagai Pendapatan atau dengan metode pendekatan Laba Rugi.
Jika penerimaan pendapatan dicatat sebagai pendapatan sewa maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “pendapatan sewa”. Berdasarkan contoh di atas, maka pada saat terjadi transaksi penerimaan pendapatan dibuat jurnal

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan adalah = 1/12 × Rp 24.000.000 = Rp 2.000.000 maka Jurnal penyesuaian saat tanggal 31 Des 2017 adalah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

 Pemakaian Perlengkapan (Supplies)

Akun “perlengkapan kantor '' termasuk ke dalam akun campuran, yaitu sebagian masuk kelompok harta (perlengkapan) dan sebagian masuk kelompok beban (pemakaian perlengkapan). Nilai perlengkapan pada akhir periode dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik terhadap persediaan perlengkapan.
Contoh selama periode akuntansi dilakukan beberapa kali pembelian perlengkapan kantor,sehingga dalam neraca saldo terdapat akun perlengkapan kantor (office supplies) sebesar Rp 10.000.000, saat dilakukan pemeriksaan fisik pada akhir periode tanggal 31 desember 2017. Diketahui persediaan perlengkapan kantor yang tersisa sebesar Rp 800.000. Berdasarkan data tersebut, besarnya nilai perlengkapan yang menjadi beban adalah: ( Pemakaian = Rp 10.000.000 – Rp 800.000 = Rp 9.200.000.maka saat tanggal 31 desember 2017 di buat Jurnal penyesuaian seperti :


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Jurnal penyesuaian selain berguna untuk menunjukkan data keuangan yang sebenarnya, berguna juga untuk memperbaiki kesalahan pencatatan. Perbaikan kesalahan cukup dilakukan pada saat menjurnal dan ditemukan sebelum posting ke buku besar. Jika kesalahan tersebut ditemukan setelah posting maka perbaikannya harus dilakukan dengan cara posting ulang.

Ada dua langkah pokok untuk memperbaiki kesalahan pencatatan
1. Mencatat kebalikan dari jurnal yang salah
2. Mencatat kembali jurnal yang benar.

Kedua langkah di atas dilakukan melalui jurnal penyesuaian.
Beberapa bentuk kesalahan yang mungkin terjadi, yaitu :
salah akun
salah jumlah
salah letak
kesalahan gabungan.

Contoh: Pada tanggal 18 Mei 2017 dibeli secara Tunai perlengkapan kantor seharga Rp 1.200.000. Jurnal saat terjadi transaksi adalah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

saat tanggal 20 Mei 2017 Ketika akan diposting ke buku besar, diketahui jurnal tersebut salah akun. Langkah pertama penyesuaian adalah dengan menghapus jurnal yang salah :

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html


Setelah selesai, kemudian dibuat ulang jurnal yang benar, dengan Jurnal.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/fungsi-dan-contoh-jurnal-penyesuaian.html

Kesalahan pada contoh di atas merupakan kesalahan pencatatan nama akun. Pembelian perlengkapan harus dimasukkan pada akun perlengkapan bukan pada akun peralatan. Dalam kajian akuntansi keduanya memiliki perbedaan. Perlengkapan merupakan aktiva lancar sedangkan peralatan merupakan aktiva tetap.


Pengertian Liabilitas dan Ekuitas

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-liabilitas-dan-ekuitas.html

 Liabilitas (liabilities/pasiva) adalah kewajiban membayar kepada pihak lain yang disebabkan oleh tindakan/transaksi sebelumnya. Berdasarkan jangka waktu pelunasannya. Liabilitas diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu :
  1.  kewajiban lancar
  2. kewajiban jangka panjang
  3.  kewajiban lain-lain. 

Liabilitas lancar

 Liabilitas lancar/utang lancar/utang jangka pendek (current libialities) adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun atau sikius normal operasi perusahaan sebagai berikut :
  1. Utang usaha Utang usaha (account payable) adalah kewajiban yang harus dilunasi karena pembelian barang/jasa secara kredit.
  2. Utang wesel Utang wesel/wesel bayar (notes payable) adalah janji tertulis untuk membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu dan pada tanggal yang telah ditetapkan.
  3. Utang beban Utang beban adalah kewajiban memhayar karena perusahaan sudah menerima manfaatnya, seperti uang bunga (interest payable) dan utang sewa (rent payable).
  4. Pendapatan diterima di muka Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang belum merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya, Contohnya sewa diterima di muka dan bunga diterima di muka.

Leabilitas Jangka Panjang 

Liabilitas jangka panjang/utang jangka pajang (long term debt) adalah liabilitas yang dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan. Jenis habilitas jangka panjang, antara lain sebagai berikut.
  1. Utang hipotek Utang hipotek (mortage payable) adalah pinjaman jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap.
  2. Utang obligasi Utang obligasi (bond payable) adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkan surat-surat obligasi. Obligasi adalah surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut. Pemegang obligasiakan mendapatkan bunga tetap secara berkala yang disebut kupon.
  3. Kredit investasi Kredit investasi adalah pinjaman jangka panjang yang diterima dari bank atau lembaga keuangan lain yang digunakan untuk perluasan perusahaan 

Liabilitas Lain-lain 

Kewajiban/utang lain-lain adalah meliputi semua kewajiban yang tidak sesuai untuk di klasifikasikan sebagai liabilitas lancar dan liabilitas jangka panjang. Misalnya, uang jaminan yang di terima dari pelanggan .

Ekuitas

Ekuitas/Modal (equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dari laba yang ditahan (retained earning). Pemberian nama akun ekuitas bergantung jenis perusahaannya.

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/10/pengertian-liabilitas-dan-ekuitas.html


Golongan Akun Nominal Dan Akun Rill

Akun Rill Dan Akun Nominal

https://wilcan9.blogspot.com/2018/10/golongan-akun-rill-dan-akun-nominal.html

Dalam Akuntansi Jenis akun dapat di bedakan menjadi 2,di antaranya akun Rill dan akun Nominal.Ketika membuat laporan keuangan akun rill di gunakan untuk membuat neraca ,sedangkan akun nominal di gunakan untuk membuat laporan laba rugi ( L/R).Lantas apa saja rekening akun yang termasuk jenis akun Rill dan akun Nominal ?...
 Berikut daftar rekening akun yang terdapat pada akun Rill.

Harta (Asset)
Kewajiban (Liablities)
Modal (Capital)
Pengambilan Pribadi (Prive)

Akun Riil

Akun Rill atau Neraca adalah suatu daftar yang berisi ringkasan harta (assets), kewajiban/utang (liabilities), dan modal (capital) yang menjadi satu kesatuan perusahaan pada saat tertentu yang umunya ditutup pada hari terakhir dari setiap bulan.

1.Harta (assets)

Harta dalam akuntansi adalah sumber-sumber ekonomi (kekayaan perusahaan) dan diharapkan manfaatnya di masa yang akan datang berupa uang tunai, piutang peralatan, gedung, hak-hak yang dimiliki perusahaan.
Harta juga bisa diartikam kekayaan perusahaan yang berwujud maupun tidak berwujud dan dapat dinilai dengan uang untuk kelancaran operasional perusahaan.

Harta Lancar (Current Assets)
Yang dimaksud aktiva lancar adalah uang tunai yang ada di perusahaan maupun yang disimpan di bank, aktiva yang diharapkan menjadi uang atau dikonsumsikan dalam jangka waktu satu tahun selama kegiatan normal perusahaan.
Contoh: Kas (Cash), piutang dagang, wesel tagih, barang dagangan, beban-beban yang dibayar dimuka, pendapatan yang akan diterima, surat-surat berharga (efek).

Investasi Jangka Panjang (Long Invesment)
Investasi adalah penambahan modal pada perusahaan lain.
Contoh: Investasi saham, Investasi Obligasi, Investasi Tanah.

Harta Tetap (Fixed Assets)
Harta tetap adalah harta berwujud yang jangka waktu perputarannya lebih dari 1 tahun yang tujuannya digunakan dalam menjalankan perusahaan.
Contoh: Tanah (Land), Gedung (Building), mobil, inventaris kantor, inventaris toko.

Harta Tak Berwujud (Intangible Assets)
Yang dimaksud dengan aktiva tidak berwujud adalah harta atau hak yang sifatnya jangka panjang tetapi tidak ada wujudnya.
Contoh: Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta, Merk dagang.

Harta Lain-lain (Other Assets)
Harta yang tidak digolongkan dalam keempat golongan di atas karena mempunya sifat-sifat yang khusus.
Contoh: Proyek gedung yang belum selesai, beban riset dan pembangunan, pendapatan bunga, pendapatan sewa, deviden, dll.

2. Kewajiban (Liabilities)

Yang dimaksud kewajiban adalah tuntutan pihak ketiga kepada perusahaan. Kewajiban diklasifikasikan menurut jatuh temponya:

Kewajiban Lancar (Current Liabilities)
Adalah hutang jangka pendek yang harus dilunasi dalam waktu 1 tahun atau dalam siklus akuntansi normal.
Contoh: Utang dagang, wesel bayar, utang beban, pendapatan, yang diterima dimuka.

Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Yang dimaksud dengan kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang akan dilunasi dalam waktu lebih dari setahun.
Contoh: pinjaman obligasi dan hipotik.

Equity

Modal (Capital)
Yang dimaksud dengan modal adalah gambaran hak pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan.

Prive (Keperluan Pribadi)
Prive akan muncul apabila didalam perusahaan terdapat pengambilan kembali investasi dari karyawan atau pemilik perusahaan dengan alasan bahwa pengambilan uang itu untuk keperluan pribadi bukan untuk tujuan operasional perusahaan.

Akun Nominal 

Akun nominal atau akun laba rugi adalah akun yang mencatat perubahan unsur laba rugi yang kemudian memengaruhi perubahan ekuitas. Akun nominal dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok. yaitu kelompok pendapatan dan kelompok beban.yang akan menjadi bahan bahan untuk menyusun laporan keuangan Laba rugi ,karena jika pendapatan dengan beban diselisihkan maka akan menghasilkan laba atau rugi perusahaan. dan Akun Nominal ini harus ditutup pada akhir periode akuntansi.

Yang termasuk dalam golongan akun nominal adalah:

  • Pendapatan (Income)
  • Beban (Expense)

1. Beban (Expense)

Yang dimaksud dengan beban adalah pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh barang atau jasa.

Contoh:

  • Beban bunga (Interest Expense)
  • Beban sewa kantor (Rent Expense Office)
  • Beban Gaji (Salaries Expense)
  • Beban Penyusutan (Depreciation Expense)
  • Beban Asuransi (Insurance Expense)
  • Beban Perlengkapan
  • Beban Penyusutan Peralatan
  • Beban Penyusutan Aktiva Tetap
  • dll


2. Pendapatan (Income)

Yang dimaksud dengan pendapatan adalah penambahan kotor modal sebagai akibat aktivitas usaha. Pendapatan dapat diperoleh dari berbagai kegiatan antara lain:
a. Penjualan barang-barang dagangan
b. Pemberian jasa kepada para langganan
c. Menyewakan aktiva-aktiva atau harta
d. Pemberian pinjaman-pinjaman uang
e. Aktivitas-aktivitas lain yang bertujuan mencari laba
Contoh: Pendapatan bunga, penerimaan sewa, pemberian jasa.



Manajemen Dan Keuangan Dalam Akuntansi

Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama : *sistem akuntansi manajemen 
*sistem akuntansi keuangan. 
Sistem informasi akuntansi adalah suatu subsistem dari system informasi manajemen perusahaan secara keseluruhan.

Sistem akuntansi manajemen yaitu penyatuan bagian manajemen yang mencakup, penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan untuk perumusan strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan, optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kepada pemilik dan pihak luar, pengungkapan kepada pekerja, pengamanan asset guna menghasilkan informasi untuk pengguna internal, seperti manajer, eksekutif, dan pekerja.

Secara spesifik akuntansi manajemen mengidentifikasikan, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasikan, dan melaporkan informasi, yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan. Bagian integral dari manajemen yang berkaitan dengan proses identifikasi penyajian dan interpretasi/penafsiran atas informasi yang berguna untuk:
  • Merumuskan strategi.
  • Proses perencanaan dan pengendalian.
  • Pengambilan keputusan.
  • Optimalisasi keputusan.
  • Pengungkapan pemegang saham dan pihak luar.
  • Pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan.
  • Perlindungan atas asset organisasi.
Sedangkan akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aktiva = Kewajiban + Modal).

Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggung jawaban keuangan terhadap para pemegang saham.

Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka(Pihak External) menggunakan acuan yang sama yaitu SAK.
Perbandingan antara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan dapat diklasifikasikan dalam beberapa faktor:
  1. Pengguna
  2. Pembatasan pada masukan dan proses
  3. Jenis Informasi
  4. Orientasi Waktu
  5. Tingkat agregasi
  6. Keluasan
           profesi akuntansi mengalami peristiwa dan perubahan besar, yang kebanyakan hanya berfokus pada kinerja dan isu akuntansi keuangan ( seperti aturan-aturan akuntansi keuangan yang kompleks, aspek etis dalam profesi dan sebagainya). Sedangkan dalam jurnal yang di ambil Memicu argumen bahwa krisis dalam akuntansi manajemen sama besar dengan krisis dalam akuntansi keuangan. Maka dapat disimpulkan dengan kaitannya krisis yang terjadi pada akuntansi manajemen adalah :

DARI FAKTOR PENGGUNANYA

           Dalam akuntansi manajemen tradisional hanya berfokus pada penyediaan kepada pengguna internal seperti pabrik, divisi, atau lingkungan internal perusahaan dan tidak mengikuti perluasan ekonomi perusahaan, terutama pada bagian eksternal dari bisnis yang terdiri dari persediaan, joint venture, dan tujuan khusus perusahaan yang lain. Seiring dengan tuntutan global lebih diperhatikan focus pada kemampuan akuntansi manajemen untuk mengukur dan mengevaluasi secara internal dan eksternal bidang-bidang dalam perusahaan guna mengoptimalisasikan keputusan yang akan diambil oleh pihak eksternal. Pihak-pihak tersebut adalah :

1. Pihak internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kantor cabang baru atau tidak.

2. Pihak eksternal

Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu juga sebaliknya.

Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.

Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.

Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.

Pihak lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya.

DARI FAKTOR PEMBATASAN PADA MASUKAN DAN PROSES

           Akuntansi manajemen tidak tergantung pada prinsip-prinsip akuntansi. SEC dan FASB menetapkan prosedur akuntansi yang harus di dikuti untuk laporan keuangan.masukan dan prosess dari akuntansi keuangan harus jelas dan terbatas. Hanya kegiatan-kegiatan ekonomi tertentu yang memenuhi kualifikasi sebagai masukan dan proses, harus mengikuti metode yang di terima oleh umum. Tidak seperti akuntansi keuangan, akuntansi manajemen tidak mempunyai lembaga khusus yang mengatur format, isi, aturan dalam memilih masukan serta proses, dan penyusunan laporan keuangan. Manajer bebas memilih informasi yang apa pun yang mereka inginkan-penyediaanya dapat di benarkan atas dasar analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis).

Saat ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.

Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.

Balanced scorecard merupakan isu-isu terbaru dalam akuntansi manajemen. Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategic yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

 JENIS INFORMASI

Tipe informasi akuntansi manajemen
Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal, yaitu obyek informasi (produk, departemen, aktivitas), alternatif yang akan dipilih, dan wewenang manajer. Oleh karena itu, informasi akuntansi manajemen dibagi menjadi tiga tipe informasi:

1. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information).
          Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan menghasilkan laba, pemberian jawaban atas pertanyaan “berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu”, dan penentuan harga jual dalam cost type contract.
Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur oleh pemerintah.

2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information).
          Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok, yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial (differential costs), yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan diferensial (differential revenue), dan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial (differential assets).

3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responbility Accounting )
          Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menenkankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.

Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan, proses dan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen.
Tujuan umum sistem akuntansi manajemen:
  1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penghitungan harga pokok jasa,produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Jadi, informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahapmanajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.

Informasi Akuntansi Keuangan

Informasi akuntansi keuangan adalah informasi bertujuan umum (general purposes) yang disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Informasi ini digunakan untuk pihak internal dan eksternal. Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan asumsi bahwa informasi yang dibutuhkan investor, kreditor, calon investor dan kreditor, manajemen, pemerintah, dan sebagainya dapat mewakili kebutuhan informasi pihak lain selain investor dan kreditor. Dengan demikian dibutuhkan satu informasi seragam untuk semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis perusahaan. Pada umumnya, Informasi Akuntansi Keuangan disusun dan dilaporkan secara periodik sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap informasi yang tepat waktu. Selain itu, Informasi Akuntansi Keuangan disajikan dengan format yang terlalu kaku sehingga kurang mampu memenuhi informasi yang dibutuhkan manajemen.
Menurut Statement of Financial Accounting (SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi keuangan adalah sebagai berikut :

1. Relevan maksudnya adalah kapasitas informasi yang dapat mendorong suatu keputusan apabila dimanfaatkan oleh pemakai untuk kepentingan memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan kejadian waktu lalu dan sekarang. Ada tiga karakteristik utama, yaitu:
  • Ketepatan waktu (timeliness), yaitu informasi yang siap digunakan para pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam pengambilan keputusan.
  • Nilai prediktif (predictive value), yaitu informasi dapat membantu pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian yang lalu, sekarang dan masa depan.
  • Umpan balik (feedback value), yaitu kualitas informasi yang memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang telah terjadi di masa lalu.
2. Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin bebas dari kesalahan dan penyimpangan atau bias serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya. Reliable mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu:
  • Dapat diperiksa (veriviability), yaitu konsensus dalam pilihan pengukuran akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk meyakinkan bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertentu memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metode yang sama oleh pihak independen.
  • Kejujuran penyajian (representation faithfulness), yaitu adanya kecocokan antara angka dan diskripsi akunatnsi serta sumber-sumbernya.
  • Netralitas (neutrality), informasi keuangan yang netral diperuntukkan bagi kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari anggapan mengenai kebutuhan tertentu dan keinginan tertrentu para pemakai khusus informasi.
3. Daya Banding (comparability), informasi keuangan yang dapat dibandingkan menyajikan kesamaan dan perbedaan yang timbul dari kesamaan dasar dan perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya dan tidak semata-mata dari perbedaan perlakuan akuntansinya.

4. Konsistensi (consistency), yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan dan prosedur akuntansi yang tidak berubah dari periode ke periode.

ORIENTASI WAKTU

Akuntansi keuangan lebih cenderung ke orientasi masa lalu dan dilaporkan setelah kejadian tersebut terjadi. Meskipun akuntansi manajemen juga dicatat dan dilaporkan setelah kejadian tersebut berlangsung. Hal tersebut secara kuat menegaskan penyediaan informasi. Manajemen, sebagai contoh, tidak hanya ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi, tetapi juga ingin mengetahui biaya apa saja yang akan dikeluarkan untuk memproduksi sebuah produk. Dengan mengetahui biaya apa saja yang digunakan untuk sebuah produksi tersebut dapat membantu perencanaan pembelian bahan baku dan penetapan harga, disamping hal-hal lainnya. Orientasi masa depan ini digunakan untuk mendukung perencanaan manajerial dan pengambilan keputusan.

Sebuah perusahaan membutuhkan kebenaran informasi untuk mengukur kinerja perusahaan secara efektif, oleh karena itu pada balance scorecard seharusnya tidak hanya satu laporan saja yang menjelaskan apa yang terjadi tetapi harus berdasar pada variabilitas factor kunci yang berdampak pada kinerja ekonomi perusahaan di masa yang akan datang. Dan perusahaan sering tidak melaporkan keseluruhan secara internal untuk memahami tujuan perusahaan jangka panjang. Sehingga tidak ada gambaran seluruh perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan krisis di akuntansi manajemen

TINGKAT AGREGASI

Akuntansi manajemen menyediakan ukuran dan laporan internal yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, lini produk, departemen, dan manajer. Intinya informasi yang sangat terinci di butuhkan dan disediakan. Akuntansi keuangan di lain pihak memfokuskan pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dan memberikan sudut pandang yang lebih agregat.

Ada beberapa tahap dalam mengukur kinerja internal :

1. Melaporkan pendapatan bersih atas pembelian material di garis awal pada pelaporan manajemen dan menggunakan biaya modal untuk asset-asset. Dalam tahap ini menggunakan dasar,laporan laba rugi perusahaan terdiri dari beberapa komponen :

*Pendapatan kotor
*(-) biaya bahan baku (BBB)
*Pendapatan setelah BBB
*Penyesuaian pendapatan (kembalian ,diskon)
*Pendapatan bersih setelah BBB
*Biaya internal dan outsource
*Margin operasi
*Interest (cost of capital x asset bersih)
*Laba bersih sebelum pajak
*Pajak
*Laba bersih setelah pajak

2. Untuk tujuan pengukuran kinerja internal,presentasi margin seharusnya di laporkan adalah laba bersih setelah pajak atas pendapatan bersih setelah BBB.

3. Laporan ukuran tambahan (operating leverage), yang mengukur perubahan persentase laba bersih antar dua periode atas perubahan persentase pendapatan bersih sehingga mencapai economies of scale yang positif.

4. Focus pada aktivitas outsource, seperti biaya teknologi informasi. Ukuran dari total biaya aktivitas outsource tidak hanya yang tercantum dalam tagihan tapi juga termasuk biayadari aktivitas internal seperti utang dagang, pengadaan barang, dan manajemen yang diperlukan untuk mendukung aktivitas outsource.
Sedangkan untuk elemen pelaporan eksternal bisa digambarkan sbb :

KELUASAN

Akuntansi manajemen jauh lebih luas daripada akuntansi keuangan. Akuntansi manajemen meliputi aspek-aspek ekonomi manajerial, rekayasa industry (industial renginering), ilmu manajemen, dan juga bidang-bidang lainnya.
Keluasan pada akuntansi manajemen memiliki sifat objektivitas dan keberdayaujian yang relative tidak sepenting akuntansi keuangan, karena pada akuntansi manajemen berorientasi pada masa depan dan tidak mempengaruhi pihak luar. Keputusan yang diambil pada akmen hanya berdasarkan pada informasi taksiran (perkiraan atau amatan), tanpa melihat terlebih dahulu realitas yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, keputusan yang diambil haruslah cepat sebagai tindakan yang akan dilakukan dari hasil amatan yang diperoleh. Dengan kata lain, tindakan yang diambil berupa tindakan preventif. Yakni, mencoba menaksir apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang pada jangka pendek, meresponnya dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

KESIMPULAN

Ada beberapa isu yang dihadapi oleh para profesi. Akuntansi manajemen membutuhkan kebenaran informasi untuk pengukuran kinerja efektif. Akuntansi manajemen harus siap untuk menyediakan manajemen dengan seluruh gambaran perusahaan. Melapor kepada pihak-pihak di dalam organisasi untuk :
  • Perencanaan
  • Pengarahan dan pemberian motivasi
  • Pengendalian
  • Evaluasi kerja
  • Penekanan pada pengambilan keputusan yang memengaruhi masa depan.
  • Penekanan pada data yang relevan.
  • Dibutuhkan informasi yang tepat waktu.
  • Yang di susun adalah laporan segmen terinci mengenai departemen, produk, pelanggan, dan pegawai.
  • tidak perlu mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  • Tidak bersifat wajib.


Ads