Mencatat BOP (BIAYA OVERHEAD PABRIK)

Untuk mencatat BOP/FOH di butuhkan data yang telah di buat sebelumnya berdasarkan Kapasitas atau dari laporan biaya periode sebelum nya,tujuan nya adalah untuk digunakan dalam membuat anggaran biaya produksi,sehingga management dapat menentukan tarif di muka yang akan di gunakan dalam membebankan biaya produksi

Ilustrasi :
Di ketahui Anggaran biaya BOP dalam 1 tahun senilai 100.000.000 dengan menggunakan kapasitas normal 20.000 jam mesin,dimana dari nilai anggaran BOP tersebut 40.000.000 Biaya tetap & 60.000.000 biaya variable.

Untuk menentukan tarif BOP per jam mesin yang nantinya akan di gunakan untuk menentukan tarif di muka bisa di hitung dengan cara :

Tarif BOP per jam mesin = BOP Budget X KN Jam mesin : 100.000.000 / 20.000 = 5.000 

Jadi tarif BOP yang di tentukan dimuka adalah 5000 per jam mesin,dimana 
Tarif BOP Tetap = 2.000 / jam mesin
Tarif BOP Variable = 3.000 / Jam mesin


Selama 1 tahun beroperasi di ketahui BOP yang sesungguh nya terjadi sebesar 90.000.000 dengan kapasitas jam mesin 15.000

Untuk menghitung selisih BOP adalah
(Bop sesungguhnya - Bop di bebankan)
Menghitung BOP yang di bebankan : (kapasitas sesungguhnya X Tarif BOP di tentukan dimuka)

Bop sesungguhnya :          90.000.000
BoP di bebankan :              75.000.000
Selisih BOP :                       15.000.000

Dari data di atas terjadi Underapplied dimana di ketahui bahwa BOP yang di bebankan terlalu kecil dari BOP yang sesungguhnya ,maka selisih Bop di sebut bisa di katakan UnFavorable(tidak menguntungkan/tidak effisien).
Jika sebaliknya BOP yang di bebankan terlalu besar dari BOP yang sesungguhnya ,Maka terjadi Overapplied ,& selisih BOP di sebut Favorable (Menguntungkan)

Selisih BOP tersebut dapat di pecah menjadi 2 di antaranya :

1. Selisih pengeluaran
2. Selisih kapasitas

Untuk menghitung selisih pengeluaran adalah :
(Bop sesungguhnya - Flexible Budget)
Untuk menghitung Flexible Budget = 
1.(Kapasitas Normal X Tarif biaya tetap / jam masin)
2. (Kapasitas sesungguhnya X Tarif biaya Variable / Jam mesin)

Maka selisih pengeluaran adalah :
Bop sesungguhnya : 90.000.000
Flexible budget 
BOP tetap :                     40.000.000
BOP Variable :                45.000.000
Selisih pengeluaran :     5.000.000

Karena BOP sesungguhnya lebih besar dari Anggaran BOP maka selisih pengeluaran di sebut Unfavorable (Tidak menguntungkan)

Untuk menghitung selisih kapasitas adalah
(Kapasitas Normal - Kapasitas sesungguhnya) X Tarif BOP tetap )
(20.000 - 15.000) X 2000 = 10.000.000

Dari data tersebut ada selisih kapasitas senilai 5000 jam mesin,jadi dapat di simpulkan bahwa ada kapasitas yang Idle (menganggur) senilai 5.000 Jam mesin.
Karena kapasitas sesungguhnya lebih kecil dari kapasitas Normal.maka selisih di sebut Unfavorable (tidak menguntungkan)

Ada 5 ayat jurnal yang di buat untuk mencatat BOP tersebut, di antaranya :

1. Mencatat BOP sesungguhnya
2. Mencatat BOP yang di bebankan
3. Menutup BOP dan mencatat selisih BOP
4. Menutup selisih BOP ke Selisih pengeluaran dan selisih kapasitas
5.Menutup selisih pengeluaran & selisih kapasitas

Mencatat BOP sesungguhnya
BOP = 90.000.000 (D)
Berbagai rekening kridit = 90.000.000 (K)

Mencatat BOP yang di bebankan
Persediaan dalam proses = 75.000.000 (D)
BOP = 75.000.000 (K)

Menutup BOP dan mencatat selisih BOP
Selisih BOP = 15.000.000 (D)
BOP = 15.000.000 (K)

Menutup selisih BOP ke Selisih pengeluaran dan selisih kapasitas

Selisih pengeluaran = 5.000.000 (D)
Selisih kapasitas = 10.000.000 (D)
Selisih BOP = 15.000.000 (K)

Catatan : Jika selisih pengeluaran dan selisih kapasitas terjadi UnFavorable maka jumlah selisih tersebut di Debet,begitupun sebaliknya,jika terjadi Favorable maka jumlah tersebut di Kredit

Menutup selisih pengeluaran & selisih kapasitas

HPP = 15.000.000 (D)
Selisih pengeluaran = 5.000.000 (K)
Selisih kapasitas = 10.000.000 (K)

Catatan : dalam kasus ini selisih senilai 15.000.000 di nyatakan tidak signifikan,maka langsung di bebankan ke akun HPP,namun jika nilai tersebut dirasa signifikan/Jumlahnya terlalu besar,maka selisih tersebut bisa di alokasikan ke beberapa akun :
Persediaan dalam proses
Produk Jadi
HPP 

Konsep Biaya Akuntansi - Air Mata Daun


Teman  - teman ,kali ini saya akan bahas tentang konsep biaya dalam akuntansi.
Apa konsep biaya itu,dan bagaimana cara penerapan nya?...

Konsep biaya akuntansi
Arti dari konsep biaya akuntansi adalah:
Konsep = memahami
Biaya = pengeluaran
Akuntansi = menghitung
Jadi kalau di gabungin artinya memahami cara menghitung pengeluaran 😁.

Contoh yang sederhana :
*Menghitung biaya membuat Gorengan tempe
*Menghitung biaya membuat roti bakar
*Menghitung biaya hidup 1 bulan 😁.

Ok lanjut,
Hubungan Konsep biaya dalam akuntansi bisa di artikan : Biaya berbeda untuk tujuan berbeda.
Apa arti dari biaya berbeda untuk tujuan berbeda tersebut ?...
Tujuan berbeda adalah terkait dengan tujuan pengambilan keputusan dan
Biaya berbeda adalah terkait dengan klasifikasi biaya.


Jadi secara teknis. Tujuan dan keputusan manegemen yg berbeda menentukan klasifikasi biaya yg berbeda juga.

Ada beberapa tujuan management,di antara nya :
1.tujuan untuk menghitung biaya
2.tujuan untuk perencanaan Biaya atau Laba
3.tujuan untuk penilaian kinerja manajer/unit
4.tujuan untuk Effisiensi biaya.

Dari 4 tujuan management tersebut mempunyai klasifikasi biaya yg berbeda.

ada beberapa klasifikasi biaya untuk tujuan 4 management di atas tersebut .Di antaranya :
1.klasifikasi biaya berdasarkan penelusuran biaya
2.klasifikasi biaya berdasarkan perilaku biaya
3.klasifikasi biaya berdasarkan kemudahan mengontrol biaya
4.klasifikasi biaya berdasarkan nilai tambah.


Contoh Tujuan mangement Untuk perhitungan Biaya, klasifikasi biaya yang di gunakan adalah klasifikasi biaya berdasarkan kemudahan penelusuran.(cara paling mudah untuk menelusuri biaya secara akurat)
Klasifikasi kemudahan penelusuran biaya di bagi menjadi dua :
1.Biaya langsung
2.tidak langsung.
Apa itu biaya langsung dan tidak langsung (direct cost dan indirect cost) ?..

Biaya langsung adalah : biaya yang secara mudah dan akurat di telusuri ke dalam suatu objek.dan
Biaya tidak langsung adalah : biaya yang tidak mudah (sulit) dan mahal untuk di telusuri ke dalam suatu objek,

Lebih besar biaya nya di banding manfaat nya.
Objek di sini bisa terkait dengan : produk.jasa.departemen.pemasok.pelanggan.Aktivitas.Dan lain lain.

Bagaimana cara menerapkan nya :
Contoh : menghitung pembuatan tahu goreng
Biaya langsung                  xxx
Biaya Tidak langsung       xxx
Total biaya.                        xxx

Untuk membuat tahu goreng di butuhkan misalnya 2 bahan baku ,yaitu tahu dan minyak goreng
Dari 2 bahan baku tersebut,mana yang termasuk biaya langsung dan biaya tidak langsung?..

Dari 2 bahan baku yang di klasifikasikan sebagai Biaya langsung adalah Tahu,karena Tahu tersebut dapat secara mudah dan akurat di telusuri ke dalam suatu objek biaya / produk,dan minyak goreng adalah bahan yang di klasifikasikan sebagai biaya tidak langsung ,karena Minyak goreng tersebut sulit di telusuri dan tidak akurat jika langsung di bebankan ke objek biaya /produk.
Dalam hal ini butuh estimasi berapa banyak Tahu goreng yang dapat di hasilkan dengan menggunakan 1 liter minyak?..sangat sulit di telusuri dan sangat tidak akurat jika langsung di bebankan ke suatu objek,untuk dapat membebankan minyak goreng ke suatu objek tersebut di butuhkan cost Driver / pemicu biaya.


Format Laba rugi nya:
Penjulan                              xxx
Biaya langsung                   xxx -
Laba kontribusi                   xxx
Biaya tidak langsung          xxx -
Laba bersih                          xxx


Contoh untuk tujuan perencanaan biaya atau Laba,klasifikasi biaya yang di gunakan adalah berdasarkan perilaku biaya,dan perilaku biaya di bagi menjadi tiga,di antaranya:
1.biaya Tetap
2.biaya Variable
3.biaya semi variable

Di dalam Biaya semi veriable tersebut terdapat 2 biaya,biaya tetap dan biaya variable.jadi harus di pecah atau di kelompokan ,supaya mendapatkan rumus atau bisa membuat rumus
Y = a + bx
Y = Objek biaya
a = biaya tetap
b = biaya variable
x = driver biaya

Pengertian Biaya tetap,variable & semi variable
Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang tidak mempengaruhi jumlah unit produksi yang di hasilkan,dan biaya nya akan selalu tetap meskipun Pabrik menghasilkan unit produksi dengan jumlah banyak maupun sedikit

Contoh nya adalah :
Penyusutan Gedung Pabrik
Penyusutan Mesin Pabrik
Biaya Asuransi Pabrik
Biaya PBB
Gaji Tenaga kerja tidak langsung ,DSB

Biaya Varibale
Biaya variable adalah biaya yang mempengaruhi Jumlah unit produksi yang di hasilkan,Jadi semakin Banyak Jumlah unit produksi yang di hasilkan,biaya variable pun semakin besar,contoh nya adalah :
Biaya Bahan baku Langsung
Biaya bahan baku tidak langsung
Biaya Tenaga kerja langsung

Biaya semi Variabel
Biaya semi variable adalah biaya yang mempunyai 2 komponen biaya tetap dan biaya semi variable,
Contoh nya : Biaya listrik , Biaya BBM jika Mesin Pabrik menggunakan BBM ,

Bagaimana Cara menerapkan nya?..
Contoh menghitung biaya sewa warnet

Di ketahui dalam 1 hari
biaya tetap 40.000
Biaya variable 1000 per jam

Sewa Warnet di estimasi dalam 1 hari mampu menghasilkan 50 jam .
Maka biaya per jam warnet adalah :
(Tarif Biaya tetap / jam =Biaya tetap / estimasi jam yang di hasilkan )

Biaya tetap = 800
Biaya Variable = 1000
Total Biaya per Jam = 1.800

Format Laba rugi nya:
Penjualan                       xxx
Biaya Tetap                    xxx -
Laba kontribusi              xxx
Biaya Variable                xxx -
Laba bersih                     xxx

Contoh untuk tujuan penilaian kinerja unit .klasifikasi biaya yang di gunakan adalah berdasarkan kemudahan mengontrol biaya & pengontrol biaya tersebut di bagi menjadi 2,yaitu:

1. Biaya yang dapat di kontrol
2. Biaya yang tidak dapat di kontrol

Dalam klasifikasi ini, hanya orang yang mempunyai wewenang dalam mengeluarkan biaya yang dapat mengontrol biaya,jika orang tersebut tidak mempunyai wewenang dalam mengeluarkan biaya,maka biaya tersebut termasuk biaya yg tidak dapat di kontrol.

Contoh untuk tujuan berdasarkan Effisiensi biaya.
Klasifikasi biaya yang di gunakan adalah berdasarkan :
1)biaya yang mempunyai nilai tambah.
2)biaya yang tidak mempunyai biaya tambah.

Contoh nya : perusahaan yang produksi kripik 
singkong.
Bahan utama yang di gunakan adalah singkong.
Dalam 1 bulan di ketahui pembelian bahan baku singkong sebanyak 100kg,namun yang hanya bisa di pakai adalah sebanyak 80kg.sisanya tidak bisa pakai karena rusak/busuk.
Jadi biaya yang mempunyai nilai tambah adalah sebesar 80kg singkong .dan yang tidak bernilai tambah sebesar 20kg.

Format Laba rugi nya:
Penjulan                                        xxx
Biaya bernilai tambah                  xxx -
Laba kontribusi                             xxx
Biaya tidak bernilai tambah         xxx -
Laba bersih                                    xxx



Pengertian Tax Planning

Perencanaan Pajak
   

      Tax planing atau perencanaan pajak merupakan proses merekayasa pembayaran pajak usaha dan transaksi Wajib Pajak (WP) agar hutang pajak berada dalam jumlah yang paling minimal, tetapi masih dalam aturan perpajakan. Namun demikian, perencanaan pajak juga dapat di artikan sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap, benar, dan tepat waktu sehingga dapat secara optimal menghindari pemborosan sumber daya. Pada tahap perencanaan pajak ini, dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. Tujuannya agar dapat dipilih jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya, penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimalisasi kewajiban pajak,dengan catatan perencanaan pajak harus memenuhi syarat-syarat berikut: 

(1) tidak melanggar ketentuan perpajakan, 
(2) secara bisnis dapat diterima, dan  
(3) bukti-bukti pendukungnya memadai. 

Tahapan Tax Planning, antara lain: 

*Menganalisis informasi yang ada (analyzing the existing data base) 
*Membuatatu atau lebih model kemungkinan jumlah pajak (designing one or more possible tax plans) 
*Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan pajak (evaluating a tax plan) 
*Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali rencana pajak (debugging the tax plans) *Memutakhirkan rencana pajak (updating the tax plan).
 
Dalam melakukan perencanaan pajak (tax planning), Wajib Pajak harus mengikuti perkembangan dan perubahan ketentuan dan peraturan perundang-undangan perpajakan, agar dapat mengetahui apakah cara-cara yang lama masih sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku atau memungkinkan munculnya keuntungan fiskal yang baru adanya perubahan tersebut.  

2 Elemen Utama Pada Akun Pasiva

Liabilitas Dan Modal Pada Akun Pasiva

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/liabilitas-dan-modal-pada-akun-pasiva.html
       Ada 2 elemen utama yang ada pada akun Pasiva,yaitu Hutang (Liabilities) dan Modal (Equity) .dan 2 elemen akun pasiva ini termasuk golongan akun Rill.
Untuk akun Hutang/kewajiban (Liabilities) di klasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu :

Hutang/kewajiban Lancar  
Hutang/kewajiban jangka panjang  
hutang/kewajiban Lain-lain  

Hutang Lancar (Current liabilities)  

Pengertian Hutang lancar atau juga bisa di sebut hutang jangka pendek adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun,atau siklus normal operasi perusahaan.Contohnya sebagai berikut :

1.Hutang usaha (account payable) adalah kewajiban yang harus dilunasi atas transaksi    pembelian barang/jasa secara kredit.

2.Hutang wesel /wesel bayar (notes payable) adalah janji tertulis untuk membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu dan pada tanggal yang telah ditetapkan.

3.Hutang beban (Load debt) adalah kewajiban membayar karena perusahaan sudah menerima manfaatnya, seperti hutang bunga (interest payable),Hutang gaji (salary Payable) dan hutang sewa (rent payable). 

4.Pendapatan diterima di muka(prepaid income) adalah pendapatan yang belum merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya, Contohnya sewa diterima di muka dan bunga diterima di muka. 

Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities

Hutang jangka panjang (long term Liabilities) adalah kewajiban yang dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan. Jenis hutang jangka panjang, di antaranya: 

1.Hutang hipotek (mortage payable) adalah pinjaman jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap. 

2.Hutang obligasi (bond payable) adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkan surat-surat obligasi. ( Obligasi adalah surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut ) . Pemegang obligasiakan mendapatkan bunga tetap secara berkala yang disebut kupon. 

3.Kredit investasi adalah pinjaman jangka panjang yang diterima dari bank atau lembaga keuangan lain yang digunakan untuk perluasan perusahaan.

Hutang Lain-lain (Other Liabilities)

 Hutang lain-lain adalah meliputi semua kewajiban yang tidak sesuai untuk di klasifikasikan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. Contonya : uang jaminan yang diterima dari pelanggan . 

 Modal (Equity

Modal (Equity) adalah hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (jumlah aktiva dikurangi kewajiban). Ekuitas terdiri dari setoran pemilik dari laba yang ditahan (retained earning).Akun Modal ini juga termasuk golongan Pasiva.Untuk Pemberian nama akun ekuitas bergantung dari jenis perusahaannya.
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/2-elemen-utama-pada-akun-pasiva.html

Baca Juga : 5 Golongan Harta Pada Akun Aktiva

Akuntansi Biaya / Manufaktur Lengkap

Ringkasan Konsep Biaya

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/akuntansi-biaya-manufaktur-lengkap.html
Secara garis besar Pengertian Biaya adalah pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk memperoleh manfaat.Beda halnya dengan Beban (expense)
Obyek Biaya (Cost Object) adalah  aktivitas dimana biaya di akumulasikan dan di ukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa : produk, order, departemen, divisi, proyek.

Traceability of Cost to Cost Object menghasilkan

Biaya langsung (Direct Cost)
Biaya tidak langsung (Indirect Cost)

Penggolongan Atau pengelompokan Biaya

Biaya Pabrikasi/Manufacturing Cost diklasifikasikan dalam:

*Bahan Langsung (Direct Material).
*Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor).
*Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) yaitu biaya selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Biaya Non-pabrikasi/Commercial Expenses diklasifikasikan dalam:

*Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk   bagi pelanggan.
*Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan.

Biaya utama (Prime Cost
Biaya utama adalah jumlah bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Biaya Konversi (Conversion Cost)
Biaya konversi adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik

Volume Produksi diklasifikasikan dalam:

*Biaya Variabel yaitu biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume kegiatan.
*Biaya Tetap yaitu biaya yang tidak berubah karena perubahan volume kegiatan dalam rentang yang   relevan.
*Biaya Campuran yaitu biaya yang mempunyai komponen variable dan tetap.

Departemen diklasifikasikan dalam:

*Biaya bersama (Common Cost)  yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
*Biaya gabungan (Joint Cost) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.

Periode Akuntansi diklasifikasikan dalam: 

*Belanja modal (Capital Expenditure)  yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
*Pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.

Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan, dan Evaluasi diklasifikasikan dalam: 

*Differential /Marginal/Incremental Cost yaitu perubahan biaya sebagai akibat pemilihan alternatif tindakan tertentu.
*Biaya kesempatan (Opportunity Cost )yaitu pendapatan atau manfaat yang hilang apabila alternatif tertentu dipilih
*Sunk Cost yaitu biaya yang telah dikeluarkan dan ternyata tidak relevan dengan keputusan *Avoidable dan Unavoidable Cost
*Controllable/Uncontrollable Cost

Baca juga : Perbedaan Biaya Dan Beban



5 Jenis Harta Golongan Aktiva

Akun Golongan Aktiva

https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/5-jenis-harta-golongan-aktiva.html
Harta dalam akuntansi adalah sumber-sumber ekonomi (kekayaan perusahaan) dan diharapkan manfaatnya di masa yang akan datang. Harta juga bisa diartikan kekayaan suatu perusahaan yang berwujud maupun tidak berwujud dan dapat dinilai dengan uang untuk kelancaran operasional perusahaan.ada.ada beberapa jenis harta dalam perusahaan ,di antaranya :

Harta Lancar (Current Assets
Investasi Jangka Panjang (Long Invesment
Harta Tetap (Fixed Assets
Harta Tak Berwujud (Intangible Assets
Harta Lain-lain (Other Assets)

Harta Lancar (Current Assets)

 Yang dimaksud dari harta lancar adalah uang tunai yang ada di perusahaan maupun yang disimpan di bank, harta tersebut di harapkan menjadi uang atau dikonsumsikan dalam jangka waktu satu tahun selama kegiatan normal perusahaan. Contohnya: Kas , piutang dagang, wesel tagih, barang dagangan, beban-beban yang dibayar dimuka, pendapatan yang akan diterima, surat-surat berharga.

Investasi Jangka Panjang (Long Invesment)

 Investasi jangka panjang adalah salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta . Sederhananya,untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang ,biasanya di dalm perusahaan berinvestasi dengan penambahan modal pada perusahaan lain dengan tujuan memperoleh keuntungan di kemudian hari sesuai dengan kesepakatan.
Contohnya: Investasi saham, Investasi Obligasi, Investasi Tanah

Harta Tetap (Fixed Assets

Harta tetap adalah harta berwujud yang jangka waktu perputaranya lebih dari 1 tahun,untuk bertujuan digunakan dalam menjalankan perusahaan.Beberapa jenis Harta tetap atau harta berwujud memiliki estimasi umur pemakaian atau adanya Penyusutan .
Contoh Harta tetap adalah: Tanah (Land), Gedung (Building), mobil, inventaris .

Harta Tak Berwujud (Intangible Assets

aktiva tidak berwujud dapat di artikan harta atau hak yang sifatnya jangka panjang tetapi tidak ada wujudnya. Contohnya: Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta, Merk dagang.

Harta Lain-lain (Other Assets

Maksud dari Harta Lain-lain adalah yang tidak di golongkan dalam keempat golongan di atas,karena mempunya sifat-sifat yang khusus. Contohnya: Proyek gedung yang belum selesai, beban riset dan pembangunan, pendapatan bunga, pendapatan sewa, deviden, dan lain sebagainya.

 Baca juga : Penyusutan Aktiva Tetap

 

Persamaan Dasar Akuntansi Lengkap

Persamaan Akuntansi

         Secara garis besar Persamaan akuntansi adalah alat yang digunakan sebagai dasar analisis yang menunjukan antara Harta (aktiva) ,Kewajiban dan Modal (Pasiva).
https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html

Aktiva = Pasiva 


Harta (Aktiva)

           Harta / aktiva adalah sumber ekonomik yang di miliki oleh perusahaan yang akan memberi manfaat dan keuntungan di masa yang akan datang.Akun-akun yang ada pada aktiva Merupakan akun yang akan digunakan untuk membuat laporan Neraca. Contoh Akun-akun Aktiva : Kas,persediaan barang dagangan,perlengkapan kantor,peralatan kantor,tanah,piutang ,dan lain sebagainya .

Hutang dan modal ( Pasiva

         Pasiva terdiri dari dua akun utama,yaitu hutang perusahaan yang sering di sebut dengan istilah kewajiban atau liabilities.dan yang ke dua adalah modal ( owner equity ).2 Elemen Utama Akun Pasiva Jika persamaan di atas di kembangkan,dengan memasukan kedua unsur di atas kedalamnya,maka akan di peroleh persamaan sebagai berikut :

Harta = Hutang + Modal

        Di dalam persamaan akuntansi,hutang atau kewajiban selalu di letakan di depan modal,karena dengan alasan kreditur juga mempunyai hak preferensi atas harta (aktiva) perusahaan.Dan sisanya merupakan hak pemilik, Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini :

Harta – Hutang = Modal Pemilik

          Jadi pada dasarnya semua transaksi perusahaan baik yang sederhana sampai dengan yang bersifat komplek dapat di identifikasikan sebagai perubahan yang menyangkut ketiga unsur dasar persamaan akuntansi.akibat adanya perubahan dalam persamaan akuntansi dapat diamati dari beberapa jenis transaksi.Berikut Beberapa Contoh suatu transaksi yang mempengaruhi persamaan akuntansi

Transaksi 1 

 Bapak Hardi membuka usaha toko komputer dengan nama ‘’ Hardi Com ‘’ dan menyetorkan uang pribadinya senilai 200.000.000 sebagai modal toko komputer


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html

       Transaksi di atas tersebut mengakibatkan kenaikan harta (aktiva),dalam hal ini Kas 200.000.000 dan modal  Bapak Hardi 200.000.000.Dari transaksi tersebut,dalam persamaan akuntansi di sisi kiri harus sama dengan sisi kanan.

Transaksi 2 

       Bapak Hardi menyewa sebuah Ruko yang akan di gunakan untuk toko komputer senilai 20.000.000 untuk waktu 2 Tahun. Pengaruh terhadap persamaan akuntansi nya adalah sebagai berikut :


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html
       Transaksi tersebut akan merubah komposisi aktiva,dalam hal ini kas berkurang senilai 20.000.000 Dan aktiva lain yaitu uang muka sewa 20.000.000,sementara modal bapak Hardi tidak berpengaruh sama sekali.

Catatan : Saldo kedua di dalam persamaan akuntansi harus seimbang (Balance)

Di bawah ini adalah catatan kecil agar di kedua sisi tersebut selalu seimbang (Balance

Harta (Asset) bertambah = Debet 
Harta ( Asset ) Berkurang = Kredit 
Hutang ( Liability ) Bertambah = Kredit 
Hutang ( Liability ) Berkurang = Debet 
Modal ( Equity ) Bertembah = Kredit 
Modal ( Equity ) Berkurang = Debet 
Pengambilan pribadi (Prive) bertambah = Debet 
Pengambilan pribadi (Prive) berkurang = Kredit


Perbedaan Biaya Dan Beban

Cost Vs Expense


https://air-mata-daun.blogspot.com/2018/11/perbedaan-biaya-dan-beban.html
      Biaya (cost) dan beban (expense) adalah dua hal yang berbeda karakteristiknya.
Dalam definisi Biaya (Cost) adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya ini belum habis masa pakainya dan digolongkan sebagai aktiva. Contoh :
Biaya asuransi,biaya sewa,Perlengkapan yang belum di gunakan. 
Untuk definisi Beban (Expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntasi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban mengakibatkan penurunan ekiutas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal.garis besar nya adalah biaya yang telah memberikan manfaat dan sekarang yang telah habis.Contohnya :Beban Penyusutan,beban pemasaran,beban-beban biaya operasional,dan lain sebagainya.
       Tak sedikit yang masih bingung bagaimana membedakan antara biaya dan beban dalam laporan keuangan,
Secara garis besar biaya dan beban adalah :

Biaya (Cost)

Biaya yang belum di nikmati atau yang belum di pakai dan yang dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang,untuk periodenya lebih dari satu tahun dan merupakan pengeluaran modal (capital expenditure)  .Biaya tersebut terletak dalam laporan keuangan Neraca,dan di kelompokan sebagai harta (Assets).

Beban (expense

Pengeluaran atau Biaya yang telah terpakai dan tidak dapat memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang,untuk periodenya kurang dari satu tahun,dan merupakan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).Beban tersebut terletak dalam laporan keungan Laba rugi (L/R).


Ads